Kota Batu, Delikjatim.com – Bencana Banjir Bandang yang meluluh lantahkan sejumlah Desa di Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada kamis petang (4/11) menjadi sorotan utama pemberitaan di berbagai media online cetak elektronik dan media sosial lainnya. Mengetahui hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bergegas kunjungi lokasi kejadian.
Dalam kunjungannya, Jum’at (5/11/2021), selain melihat langsung lokasi kejadian, Gubernur Khofifah juga menyambangi tenda pengungsian dan Dapur umum (DU) Tagana di Kantor Balai Desa Bulukerto Kliran Kota Batu.
Selain itu, orang nomer satu di Jawa Timur ini juga memberikan sejumlah paket sembako kepada keluarga yang terdampak banjir, sebagaimana dikatakan Koordinator tagana Jawa timur Twi Adi.
“Ibu Gubernur menyampaikan langsung paket sembako kepada keluarga terdampak banjir, dan memberikan santunan ahliwaris keluarga korban” terangnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur Jatim, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jatim Dra. Restu Novi Widiani MM. Dikonfirmasi wartawan delikjatim Restu Novi Widiani mengatakan bahwa, Gubernur Khofifah berpesan agar segera membentuk Layanan Dukungan Psikososial (LDP).
“Dalam kunjungannya Ibu Gubernur berpesan agar segera dibentuk LDP karena sangat dibutuhkan” tutur Restu Novi Widiani yang disapa Novi.
Novi menambahkan, Tagana Batu cukup sigap menyikapi bencana ini, utamanya layanan dapur umu (DU).
“Pada malam hari kejadian, mereka sudah siaga 500 nasi bungkus” imbuhnya.
Tugas utama lainnya terhadap bencana yang terjadi di Kota Batu ini, lanjut Restu Novi Widiani, ada dua hal yang harus segera dilakukan.
“Yang pertama adalah mendirikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), mengingat hal itu sangat dibutuhkan. Kemudian pendataan korban, data warga yang kehilangan tempat tinggal dan lainnya, prioritaskan mereka untuk mendapat bantuan sosial, baik dari Pusat maupun Pemprov” tutupnya.
Sementara itu ketika dihubungi media, relawan Tagana Kota Batu Indra Tri Aryono mengatakan, layanan dapur umum sudah di gelar sejak semalam.
“Untuk hari ini DU Tagana Kota Batu sediakan sekitar 3.520 (Tiga ribu lima ratus dua puluh) nasi bungkus, untuk melayani kebutuhan makan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana banjir ini, termasuk para relawan dan warga” jelasnya. (Syaiful).
Editor : Redaksi
















