20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Pengungsi Terdampak Erupsi Semeru Di Pasuruan, Tagana Ulurkan Bantuan Kemanusiaan

120x600
banner 468x60

Pasuruan, Delikjatim.com – Satuan tugas taruna siaga bencana kabupaten Pasuruan melakukan assesment terhadap korban erupsi Semeru yang mengungsi ke rumah keluarganya di Dusun Grogolan Desa Ngembe Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

Aksi heroik ini dilakukan oleh Satgas Tagana setempat setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya pengungsi korban erupsi Semeru di di wilayahnya.

Seketika itu juga para pegiat kemanusiaan yang tergabung dalam Satgas Tagana ini terjun ke lokasi dimana korban Erupsi itu berada, guna dilakukan validasi info dan fakta melalui pendataan lapangan (Kaji cepat), pada Selasa (14/12/2021) sekira Pukul 15:00

Benar adanya, melalui assesment dan kaji cepat yang dilakukan diketahui warga terdampak ini bernaung dalam satu kepala keluarga atas nama Muhmmad Jauhari kelahiran Lumajang (1978), dan seorang isteri atas nama Hartatik kelahiran Pasuruan (1979).

Topan Suroso menerangkan, warga terdampak Erupsi Semeru ini satu KK dengan jumlah anggota keluarga 5 jiwa.

“Selain suami isteri, mereka punya 3 anak, yang salah satunya masih balita ( usia 2 Bulan), dan kondisi ibu ini juga sdang hamil tua, usia kandungannya sudah masuk 8 bulan, kasian sekali pak” terang koordinator tagana kabupaten Pasuruan yang acap kali disapa Topan tersebut.

Topan melanjutkan, atas dasar kemanusiaan maka kami lakukan musyawarah dan koordinasi internal Tagana sebagai upaya tindak lanjut.

“Akhirnya kami sepakati pada hari itu juga bahwa, kita akan berikan bantuan kebutuhan dasar seperti sembako serta perlengkapan dan pemenuhan gizi bayi dan janin yang dalam kandungan ibu tadi” jelas Topan kepada awak jurnalis (15/12).

Menurutnya, bantuan tersebut murni dari Tagana tanpa intervensi pihak manapun.

Disoal terkait bantuan yang diberikan, Topan menyampaikan wujud bantuan tersebut dengan rinci. Diantaranya adalah 2 sak beras @50 kg, gula 5 kg, teh, pempers bayi 3 pak, susu bayi 5 kardus dam uang tunai sebesar 500 ribu rupiah.

Pasalnya, Suami harus meninggalkan mereka di Pasuruan di rumah keluarganya, mengingat keluarga ini punya beberapa ternak yang masih harus diramut.

Di kisahkan Topan, warga terdampak APG Semeru ini dijemput keluarganya yang dari Pasuruan, karena sangat kwatir dengan keadaannya. Disamping hamil Tua, juga aa balita yang butuh perhatian khusus.

“Jadi atas alasan itulah mereka ini dijemput ke Lumajang dan diungsikan di Pasuruan” ungkapnya.

Masih Topan, Keinginan kembali dari pengungsi ini ada, cuma karena masih dalam kondisi hamil tua, jadi sambil nunggu safetinya keadaan sekalian nuggu kelahiran anaknya.

Ditegaskan pula bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tagana Teman Masyarakat (TTM), tutup Topan. (Syaiful).

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!