banner 728x90
Agama  

7 Langkah Menumbuhkan Masyarakat Berjiwa Qurani di Kajian Ahad Ceria Masjid At-Taqwa Simorejo

banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Masjid At-Taqwa Simorejo Surabaya menggelar Kajian Subuh di program Ahad Ceria, sebelum tausiah terlebih dahulu para jamaah sholat subuh membaca ayat suci Al-Quran juz 1 yang dipandu oleh wakil Takmir At-Taqwa Simorejo sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukomanunggal Surabaya, Jahja Sholahudin, S.Pd, Ahad (29/05/2022).

banner 336x280

Dalam materi kajian Ahad ceria, Imam Sapari, SHI, M.Pd.I menyampaikan, ada 7 langkah menumbuhkan masyarakat yang berjiwa Qur’ani diantaranya :
A. Problem masyarakat :
1. 7 syetan yang akan selalu menggoda manusia yaitu :
1. Ngemall,nyangkruk,
2. Teman, komunitas
3. TV dan artis
4. Internet, Medsos
5. Game online
6. Porno
7. Narkoba

 2. Dampaknya adalah: broken home, tidak memurut, pemalas, terhimpit ekonomi atau pekerjaan.

B. Harapan ideal :
Ada 7 ciri muslim yang berjiwa Qur’ani :

  1. Aqidah kuat
    وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
    “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (Q.S. Luqman : 13).
  2. Berakhlak Al quran
    Berakhlak mulia. Hormat pada ortu dan memiliki rasa syukur
    وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
    Qs. Luqman : 14.
    Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Qs. Luqman : 15.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Qs. Luqman 18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
Qs Luqman 19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

  1. ‘Alim, belajar dan mengajar
  2. Ibadahnya bagus
    Mengerjakan shalat, amar ma’ruf nahi munkar, dan sabar.
    يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
    Qs. Luqman : 16.
    Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
  3. Hafizh
  4. Tangguh
  5. Berjiwa pemimpin

C. 7 Langkah yang harus diambil untuk menumbuhkan masyarakat yang berjiwa Qur’ani yaitu :

  1. Persamaan persepsi/visi/niat
  2. Memberikan tauladan
  3. Mencarikan guru yang terbaik
  4. Mencarikan tempat tinggal terbaik, masjid
  5. Menunjukkan teman yang terbaik

Khalifah Umar bin Khattab berkata, “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat.”[1]

Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Ajar dan bimbinglah anak, terutama ilmu Al Qur’an
  2. Berikan kompetisi dan rewardnya

Seusai tausiah, jamaah sholat subuh menikmati hidangan nasi pecel, nasi kuning, dan bubur ayam yang sudah disiapkan oleh pengurus Takmir. (Yuda).

Editor : Redaksi

banner 336x280
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version