Surabaya, Delikjatim.com – Guna menyambut semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), SMP Muhammadiyah 17 Surabaya lebih dikenal Spemjitu menggelar berbagai macam perlombaan mulai tanggal 14-17 Agustus 2023.
Bertajuk “Tancapkan Tekad, Lanjutkan Cita-cita Pahlawan” Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Spemjitu menggelar berbagai lomba yang unik dan menarik.
Berbagai lomba dalam memperingati HUT ke-78 RI tersebut diapresiasi oleh Kepala SMP Muhammadiyah 17 Surabaya Hidayat ST dan Kaur Kesiswaan Umar Fanani Alfahmi SPd.
Dalam rilisnya, Senin (14/8/2023), Ketua pelaksana lomba Mohammad Hariz Akbar menjelaskan, menyambut semarak HUT ke-78 RI pihak sekolah dan PR IPM Spemjitu melaksanakan berbagai lomba.
“Lomba pertama adalah lomba yang sangat unik, yaitu lomba bermain bola dengan menggunakan sarung atau yang dinamakan sunat kok main bola, dimana peraturan lomba tersebut hampir sama seperti bermain bola pada umumnya, namun yang membedakan adalah pemain dibatasi pergerakannya dengan sarung dan saat lagu diputar para pemain diwajibkan untuk berjoget”, terangnya.
Masih dengan Mohammad Hariz Akbar, lomba kedua adalah kombinasi dari lomba makan kerupuk dan membawa kelereng dengan sendok yang diberi nama D’Dhulang (menyuapi pisang ke temannya), dimana dua peserta dari masing-masing kelas, salah satu peserta ditutup matanya dengan kain dan yang lainnya duduk di kursi untuk memakan pisang yang diberikan oleh teman matanya ditutupi kain, jika si pemain memberikan pisang ke peserta yang salah maka akan dinyatakan kalah.
“Lomba ini membuat saya terus berteriak saking meriahnya lomba yang dilakukan”, ujar Ridho Firdaus, salah satu peserta lomba.
Ada juga lomba “Chekiki“, yang diselenggarakan untuk para guru Spemjitu, cara bermain lomba tersebut dengan cara mengucapkan kata atau suara yang dapat membuat para guru tertawa, jika mereka tertawa maka akan dianggap kalah.

Kemudian, ada lomba “Wayang Golek“, yaitu lomba memperagakan kata yang ditulis dan harus di peragakan kepada orang didepannya tanpa menggunakan suara, pada lomba tersebut, kreatifitas pemain akan diadu, karena mereka harus memperagakan dengan jelas dan jika salah sedikit saja maka gerakan tersebut bisa salah.
“Selanjutnya ada lomba yang bisa membuat baju basah yaitu lomba estafet air, lomba ini adalah lomba untuk menguji kerjasama tim untuk menuangkan air dari gelas satu ke gelas lainnya”, paparnya.
Peserta lomba sangat berhati-hati agar air yang di tuangkan tidak tumpah mengenai baju mereka dan mereka juga harus cepat karena ada batasan waktu yang diberikan. Kombinasi dari ketangkasan dan keberhati-hatian berhasil membuat jatung para siswa berdetak kencang.
“Diharapkan dari lomba-lomba yang diselenggarakan tersebut bisa membuat generasi saat ini menjadi semangat untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia”, pungkasnya.
















