Gresik, Delikjatim.com – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, 26 Juli 2024, berbagai kegiatan konservasi dan edukasi telah dilaksanakan di Joglo Hutan Konservasi Mangrove Dusun Laut, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Acara ini diprakarsai oleh Komunitas Hijau Daun, PLN Nusantara Power, Komunitas Bank Sampah Putri Majeti, dan UMKM Putra Daun.
Aksi kolaborasi Konservatif yang berlangsung dari 26 hingga 29 Juli 2024 ini, dihadiri oleh Camat Sangkapura, Komandan Koramil 0817/17 Sangkapura, Kapolres Kecamatan Tambak, Team Leader Koordinator PLN Nusantara Power, Bapak Sulaiman, Penjabat Kepala Desa Daun, dan diwarnai dengan beragam aktivitas yang bertujuan untuk melestarikan hutan mangrove dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Salah satu tokoh penting dalam aksi sosial ini, Ivonne (Mak Cik sapaan akrabnya) dari Tagana Indonesia Wilayah Jawa Timur, dan Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) UMKM, menjelaskan, kegiatan dilaksanakan tidak bertumpu pada satu titik, namun juga di beberapa lokasi di Pulau Bawean, yakni di Hutan Konservasi Mangrove Dusun Daun Laut, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pantai Gili Barat, Pantai Selayar sisi Timur dan Pantai Selayar sisi Barat.
Selain dihadiri pejabat penting setempat, aksi ini pun diikuti oleh relawan akademisi dan unsur lainnya, dari mahasiswa KKN dari ITS, UGM, Unibraw, anggota Tagana Indonesia, Yayasan ABK UMKM, petugas PLN Nusantara Power, Pramuka Indonesia Area Bawean, Karang Taruna Desa Daun, Kelompok Ibu-ibu Bank Sampah Putri Majeti, serta UMKM Budidaya Udang Kepiting Putra Daun.

“Tujuan dan Output kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, seperti mengurangi abrasi pantai, restorasi dan rehabilitasi area pinggir pantai, pengolahan limbah sampah, pengolahan produk dari buah mangrove menjadi berbagai produk bernilai ekonomis seperti sirup, permen, selai, dodol, sambal kemasan, eco enzyme, sabun, shampoo, dan lotion” jelas Mak Cik saat kepada media Delikjatim.com (28/7) siang.
Selain itu lanjut Mak Cik, kegiatan ini juga bertujuan mengembalikan ekosistem hutan mangrove yang mendukung budidaya lebah penghasil madu mangrove, habitat benih kepiting, lobster, ikan laut, dan berbagai fauna lainnya.
“Yang tak kalah pentingnya adalah melestarikan lingkungan sebagai paru-paru oksigen bagi makhluk hidup di sekitar hutan mangrove, membentuk greenbelt pada area pesisir pantai dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga desa melalui budidaya kepiting, udang, lobster, serta pengolahan hasil panen pohon mangrove menjadi produk bernilai ekonomis tinggi” ucapnya detail.
Sedikitnya 1000 bibit pohon mangrove telah ditanam selama kegiatan ini. Pada 27 Juli 2024 kemarin, penanaman dilakukan di area Pantai Gili Barat dan Pantai Selayar dengan melibatkan adik-adik pramuka dan berbagai komunitas relawan.
Melalui kegiatan ini diharapkan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian hutan mangrove serta manfaat ekonomis dan ekologis yang dapat diperoleh dari hutan mangrove yang sehat dan terjaga.
















