Surabaya, Delikjatim.com – Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan prosesi pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Surabaya. Kegiatan sakral tahunan ini diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfi Sulistiawan di Parluh 17, Kampus Universitas Dr. Soetomo, Jumat (27/6/2025).
Dalam amanatnya, Kombes Lutfi menekankan pentingnya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta, serta meminta seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif.
“Ini kegiatan yang harus kita amankan dan kita bikin nyaman,” tegas Kombes Lutfi di hadapan 2.014 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Pengamanan Teratai (Pamter).
Meski mengutamakan pendekatan humanis, Kombes Lutfi juga menegaskan bahwa pelanggaran yang mencolok tetap akan ditindak, khususnya di bidang lalu lintas.
“Kalau ada pelanggaran lalu lintas, silakan rekan-rekan lalu lintas untuk ditindak,” ujarnya.
Sebagai upaya preventif untuk menghindari kerumunan dan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban, aparat memberlakukan 10 titik penyekatan serta 6 titik pengalihan arus lalu lintas. Lokasi-lokasi strategis seperti Bundaran Waru/CITO, Jembatan Karangpilang, dan Taman Bungkul termasuk dalam pengaturan ini.
“Jika ada yang bergerombol dan konvoi, akan kita himbau untuk kembali,” tambahnya.
Pengamanan kali ini tidak hanya melibatkan petugas keamanan reguler, tetapi juga satuan tugas khusus seperti unit intelijen, reserse kriminal, lalu lintas, humas, tim medis, hingga unit K-9. Polsek-polsek di seluruh wilayah Surabaya, termasuk Bubutan, Genteng, Tambaksari, Rungkut, dan Lakarsantri, turut dilibatkan dalam pengamanan terkoordinasi.
Kegiatan pengesahan warga baru PSHT dipandang sebagai momen penting yang sarat nilai budaya dan persaudaraan. Kombes Pol Lutfi menegaskan bahwa sinergi antar instansi adalah kunci dalam menjaga stabilitas dan ketertiban.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan koordinasi yang matang, suasana aman dan kondusif akan terus terjaga, tidak hanya selama acara berlangsung tetapi juga sesudahnya,” tandasnya.
Pendekatan persuasif yang tegas namun ramah menjadi ciri khas pengamanan tahun ini. Hal ini menunjukkan kesiapan Polrestabes Surabaya dalam menjalankan tugas keamanan secara profesional, sekaligus menghormati nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

















