Lumajang, Delikjatim.com — Pos Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur terus memperkuat operasi kemanusiaan pasca banjir lahar dingin Gunung Semeru yang terjadi pada 6 Desember 2025 di wilayah Candipuro, Kabupaten Lumajang. Hingga Sabtu (7/12/2025), relawan masih melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Koordinator lapangan Posma Semeru, Isman, menjelaskan bahwa pos tersebut telah aktif sejak 24 November 2025. Posma dibentuk untuk mengelola logistik, mengatur pergerakan relawan, dan memastikan berbagai layanan mendesak terpenuhi. Ia menegaskan bahwa keberadaan pos ini akan terus dipertahankan selama warga masih membutuhkan pendampingan dan bantuan.
Banjir lahar dingin yang melintasi kawasan permukiman dilaporkan merusak sejumlah rumah warga dan satu tempat ibadah di Dusun Sumberlangsep. Sejumlah bangunan yang terdampak antara lain Masjid Nurul Huda dan rumah milik warga setempat, termasuk rumah David, Sartuman, Sadin, Mayar, Nurhasan, Arifin, Budiana, Kiai Senaman, Lamidi, Bukarmani, Poniman, Jaripin, Ajinak Yusuf, Suhartono, serta Didik Hariono. Sebuah warung milik Lamidi di area makam umum Dusun Sumberlangsep juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga Sabtu siang, tercatat tiga titik pengungsian masih aktif di wilayah Sumberlangsep. Pos pengungsian pertama berada di kawasan bukit dan rumah Ibu Rasmisti di RT/RW 22, menampung puluhan laki-laki, perempuan, anak-anak, serta beberapa bayi. Dua pos lainnya berada di rumah Pak Eko dan area bukit RT 22, serta di rumah Ketua RT Dusun Sumberlangsep. Total pengungsi mencakup ratusan warga, termasuk beberapa ibu hamil dan balita.
Sekretaris Jenderal FPRB Jawa Timur, Catur Sudarmanto, menyatakan bahwa keberadaan Posma tidak bergantung pada status kedaruratan pemerintah. Menurutnya, relawan akan terus bekerja selama warga terdampak masih membutuhkan pendampingan. Ia menegaskan bahwa FPRB Jatim dibangun untuk memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang mengalami bencana, bersama jejaring relawan yang memiliki komitmen serupa.
Posma FPRB Jatim saat ini menjadi pusat koordinasi antara relawan dan warga terdampak, sekaligus titik distribusi bantuan dan informasi perkembangan di lapangan.

















