Malang, Delikjatim.com – Upaya penguatan ekonomi masyarakat di wilayah rawan bencana kembali dilakukan tim pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) melalui pelatihan literasi keuangan dan pembuatan marketplace bagi pelaku UMKM di Desa Sukosari, Kabupaten Malang. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 8–9 November 2025, di kantor desa setempat.
Program ini menyasar pelaku usaha mikro, termasuk perajin batik Sukosari, agar mampu memanfaatkan platform penjualan digital sebagai perluasan pasar. Ketua tim pengabdian, Nugroho Sasikirono, SE., MM., menjelaskan bahwa pelatihan merupakan kelanjutan dari program pengembangan produk unggulan yang telah berjalan sebelumnya.
“Pemanfaatan e-commerce menjadi peluang penting bagi pelaku UMKM, terutama untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika wilayah terdampak bencana. Dengan literasi keuangan dan pelatihan marketplace, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan semakin adaptif,” ujar Nugroho.
Dua Materi Utama: Keuangan dan Praktik Marketplace
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan ini melalui proses seleksi awal, dengan syarat belum memiliki akun marketplace dan siap membuatnya. Pelatihan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas literasi keuangan mencakup strategi investasi, manajemen pinjaman, serta pengelolaan arus kas usaha. Sesi kedua fokus pada praktik penggunaan platform Shopee.
Tim pelatih, Putra Damariswara Pratama dan Nuril Fitria, bersama fasilitator Lantip Muhammad Dewabrata, memandu peserta mulai dari pembuatan akun, penataan foto produk, penyusunan deskripsi, hingga penyusunan promosi digital.
Menurut Lantip, sejumlah kendala teknis sempat muncul. Beberapa peserta belum membawa identitas diri, sementara sebagian perangkat belum siap digunakan. Keterbatasan jaringan internet juga sempat menghambat. “Kami bantu satu per satu sampai seluruh peserta berhasil membuat akun marketplace. Tujuannya agar mereka bisa langsung mempraktikkan tahapan yang diajarkan,” tuturnya.
Pendampingan Berkelanjutan Melalui Grup WhatsApp
Agar peserta dapat terus mengembangkan toko onlinenya, tim pengabdian membuat grup WhatsApp khusus yang melibatkan trainer dan pelaku UMKM. Grup ini menjadi ruang pendampingan lanjutan, tempat peserta bertanya ketika mengalami kendala teknis maupun strategi pemasaran, sekaligus wadah berbagi pengalaman antarpelaku usaha.
Penguatan Ekonomi Desa di Wilayah Rawan Bencana
Desa Sukosari berada di kawasan berisiko bencana karena kedekatannya dengan area rawan aktivitas Gunung Kelud. Pemerintah desa menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah penting memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui pemanfaatan e-commerce, potensi produk unggulan seperti batik Sukosari serta berbagai usaha mikro lainnya diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada pemasaran lokal.
“Kami optimistis pelatihan ini memberi dorongan bagi UMKM untuk terus berkembang, beradaptasi dengan teknologi, dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana,” ujar Nugroho.

















