20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Aktivitas Warung Remang-Remang di Mojoanyar Mojokerto Disorot Warga, Diduga Tetap Buka di Bulan Ramadan

120x600
banner 468x60

Mojokerto, Delikjatim.com – Aktivitas sejumlah warung remang-remang di kawasan Jalan Ideal, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, tempat hiburan tersebut diduga masih beroperasi pada malam hari meskipun saat ini tengah berlangsung bulan suci Ramadan. Minggu (09/03/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa warung terlihat tetap membuka usaha pada malam hari. Cahaya lampu redup tampak menyala dari dalam bangunan, sementara sejumlah pengunjung terlihat datang dan pergi dari lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber di sekitar lokasi menyebutkan bahwa di dalam warung tersebut diduga terjadi aktivitas penjualan minuman keras. Selain itu, beberapa perempuan juga terlihat berada di dalam warung dan diduga menemani para pengunjung.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai keberadaan aktivitas tersebut kurang pantas terjadi di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kegiatan ibadah dan peningkatan nilai-nilai religius.

Sejumlah warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menertibkan aktivitas yang dianggap meresahkan tersebut. Penertiban dinilai penting agar situasi lingkungan tetap kondusif serta menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Perhatian warga juga tertuju kepada Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan pengecekan serta penindakan apabila ditemukan pelanggaran aturan.

Di sisi lain, warga juga meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mojokerto, Edy Taufiq, meningkatkan pengawasan di wilayah tersebut. Langkah pengawasan dinilai penting untuk memastikan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Tidak hanya itu, masyarakat juga berharap aparat kepolisian setempat turut melakukan pemantauan di lapangan. Jika terbukti terdapat pelanggaran hukum, warga meminta agar aparat mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dari hasil penelusuran di lapangan, aktivitas warung remang-remang tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan kegiatan tersebut tetap berjalan hingga memasuki bulan Ramadan.

Situasi ini kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan warga mengenai pengawasan dari pihak terkait. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat serta langkah penertiban yang tegas, warga berharap ketertiban lingkungan dapat terjaga. Selain itu, suasana Ramadan di wilayah tersebut juga diharapkan berlangsung lebih aman, nyaman, dan kondusif.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak aparat penegak hukum serta instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi mengenai aktivitas tersebut. ( BERSAMBUNG )

banner 336x280
Penulis: IbadEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!