Surabaya, delikjatim – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar acara pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah 13 Surabaya, Sofyanda Atmaja, S.Pd., M.Pd. Pelantikan untuk periode ketiga dengan masa jabatan 2026–2030 ini berlangsung di Kaza Mall Surabaya pada Jumat (2/10/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PDM Surabaya Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., Wakil Ketua PDM H.M. Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd., serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari H. Hari Purnomo, SKM. Turut hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya H. Dikky Syadqomullah, M.HES, Sekretaris Majelis Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Tambaksari, para kepala sekolah atau perwakilan SD/MI dan SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Ketua PDM Surabaya Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., menyampaikan sejumlah pesan dan harapan besar bagi kepemimpinan Sofyanda Atmaja di periode ketiganya ini.
Terus Mengembangkan Diri dan Pentingnya Pendampingan
Ridlwan menekankan agar kepala sekolah yang baru dilantik tidak berpuas diri walau sudah memasuki periode ketiga kepemimpinan. Ia meminta agar pengembangan diri dan inovasi sekolah terus berjalan.
Namun, Ridlwan juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkala dari pihak persyarikatan. “Jika dalam perjalanannya ditemukan adanya penurunan performa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) diharapkan segera turun tangan memberikan pendampingan dan penguatan. Langkah ini krusial agar target pencapaian penerimaan peserta didik baru, dapat terealisasi dengan optimal,” tegasnya.
Pengembangan Fasilitas dan Dukungan Pendanaan
Guna menunjang pertumbuhan jumlah siswa yang signifikan, Ridlwan mendorong adanya perluasan dan pengembangan lahan/bangunan sekolah. Ia mengungkapkan bahwa PDM Surabaya siap membantu menjembatani serta memberikan dukungan skema pembiayaan/pinjaman yang terjangkau melalui perbankan syariah mitra Muhammadiyah, seperti Bank Muamalat.
Menurutnya, pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan pada dasarnya adalah bagian dari pengembangan potensi warga persyarikatan itu sendiri. “Sekolah dan persyarikatan merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.
Sinergi Persyarikatan dan Harmonisasi SK
Ridlwan menegaskan pentingnya harmonisasi antara pimpinan sekolah, guru, karyawan, dan pihak persyarikatan. “Jika terjadi ketidakselarasan atau hal-hal yang bertentangan dengan prinsip persyarikatan, Pimpinan Daerah akan melakukan evaluasi terhadap Surat Keputusan (SK) yang telah dikeluarkan,” tuturnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Ridlwan menyampaikan ucapan selamat bertugas kembali kepada Sofyanda Atmaja. Ia berharap kepemimpinan di periode 2026–2030 ini membawa SMP Muhammadiyah 13 Surabaya semakin maju, baik dari segi kualitas pendidikan maupun sarana prasarana. “PDM Surabaya bersama PCM Tambaksari berkomitmen untuk terus bergotong-royong dan memberikan dukungan penuh demi kemajuan sekolah,” pungkasnya. (Yuda)

















