banner 728x90

Penumpang Trans Jatim Berjubel, Lansia dan Ibu Gendong Anak Terancam Keselamatannya

banner 468x60

SURABAYA, Delikjatim.com – Kenyamanan transportasi publik Trans Jatim kembali menjadi sorotan. Bus yang melayani rute Surabaya–Bangkalan dilaporkan mengalami kelebihan muatan penumpang. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang, termasuk lansia dan perempuan yang menggendong anak kecil, terpaksa berdesakan hingga memenuhi area akses pintu otomatis bagian belakang. Jum’at, 30 Oktober 2026.

Ironisnya, kepadatan penumpang tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan selama perjalanan. Bahkan, akses keluar-masuk penumpang ikut terganggu akibat ruang di sekitar pintu belakang dipenuhi penumpang.

banner 336x280

Salah seorang penumpang berinisial IP mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Menurutnya, penumpang lanjut usia dan ibu yang menggendong anak kecil semestinya mendapatkan perhatian lebih, terutama ketika kapasitas tempat duduk sudah tidak mencukupi.

“Kasihan nenek-nenek dan ibu-ibu yang menggendong anak. Sementara kursi prioritas lansia sendiri sudah terisi sejak berangkat dari Terminal Bungurasih. Bahkan, sepertinya yang menempati bukan lansia,” ungkap IP.

Situasi tersebut semakin memprihatinkan ketika salah seorang lansia dan ibu yang menggendong anak turun di Halte Sendang Dajah. Kaki serta barang bawaan mereka dilaporkan sempat terjepit pintu otomatis bus saat proses turun berlangsung.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa persoalan kapasitas angkut bukan sekadar menyangkut kenyamanan, melainkan juga berkaitan langsung dengan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi publik.

IP berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Perhubungan, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Trans Jatim. Pengawasan kapasitas maksimum penumpang, kedisiplinan petugas, serta pengawasan penggunaan kursi prioritas harus menjadi perhatian serius.

“Pemandangan seperti ini penting disikapi pihak Pemprov. Jangan sampai pelayanan transportasi publik yang dibangun untuk memberikan kenyamanan justru mengabaikan keamanan penumpang selama perjalanan,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan perlu memastikan setiap armada beroperasi sesuai kapasitas angkut dan standar pelayanan yang ditetapkan. Pengaturan jumlah penumpang, evaluasi frekuensi perjalanan, serta pengawasan terhadap akses pintu otomatis harus berjalan secara konsisten.

Jangan menunggu insiden yang lebih serius untuk membenahi persoalan ini. Sebab, keberhasilan transportasi publik tidak cukup diukur dari luasnya jangkauan rute maupun jumlah armada yang beroperasi, tetapi juga dari jaminan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat yang menggunakannya.

Transportasi publik semestinya memberikan kemudahan, bukan memindahkan risiko keselamatan kepada penumpang.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi
banner 728x90
error: Artikel terproteksi !!
Exit mobile version