Banyuwangi, Delikjatim.com – Tagana Banyuwangi mengawali kegiatan awal Tahun baru 2021 dengan melakukan revitalisasi anggotanya yang berjumlah 50 orang (sabtu, 02/01/2021).
Revitalisasi ini di laksanakan bukan hanya sekedar membagi formulir dan di tanda tangani, tim FK. Tagana Banyuwangi pun melakukan uji fisik, psikologi maupun kekompakan saat bertugas, sebagai upaya mewujudkan prinsip One command, one rule, one corps pada personil tagana Banyuwangi.
Selain kegiatan revilitalisasi tagana 2021, tagana Banyuwangi juga melakukan konservasi bibit mangrove sejumlah 2000 bibit di pantai Kali Watu, desa Kedungasri kec. Tegal Dlimo, hal ini bertujuan untuk melakukan penyelamatan alam, khususnya di daerah pesisir selatan jawa timur yang berpotensi adanya becana Mega Trust ataupun pada potensi bahaya laut lainnya.
Kegiatan konservari mangrove ini juga sebagai wujud dukungan gerakan 1 juta pohon menyambut HUT TAGANA ke 17 Tahun 2021.
Hadir pada kegiatan kepala dinas sosial PP dan KB kab. Banyuwangi Drs. Lukman Hakim, Msi , menurutnya kenapa tagana harus di revitalisasi setiap tahun, karena tagana adalah relawan vital pemerintah yang harus selalu sigap dan tanggap, kapanpun dan di dimanapun, maka revitalisasi ini sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan tagana menghadapi resiko bencana alam, tuturnya .
Sementara itu pada tempat yang berbda, Koordinator tagana kab. Banyuwangi Dedy Utomo, SE mengatakan, Kedepan tantangan tagana semakin berat, apalagi di masa pandemi covid 19 saat ini. Selain tagana harus semakin kompak, tagana juga harus tetap menjaga diri dan keluarganya dari bahaya covid-19, sehingga tagana masih tetap sigap ketika di butuhkan masyarakat baik saat menanggulangi bencana alam maupun saat melakukan tugas pencegahan penyebaran covid 19, tegasnya pada wawancara tertulisnya(sabtu,2/01/2021) . (Syaiful)
Editor : Redaksi

















