Sumenep, Delikjatim.com – Tagana kabupaten Sumenep Madura mendapat laporan masyarakat akan terjadinya laka laut, sebuah perahu nelayan pecah akibat hantaman ombak, dari 19 ABK tiga orang masih dalam pencarian Basarnas dan Polairut dibantu tagana dan masyarakat, sementara sisanya sejumlah 16 ABK berhasil diselamatkan.
Minggu (14/02/2021) sekira pukul 20.30 wib nelayan warga Ds. Lobuk dan Desa Kapedi Kec. Bluto berangkat ke perairan Gili raja menggunakan perahu jenis poren/sleret milik H. Syaiful untuk pergi melaut. kemudian pada pukul 21.00 WIB cuaca buruk datang, hujan deras di sertai angin kencang dan gelombang mulai ekstrim. Mesin perahu yang posisi dibelakang perahu dihantam ombak, badan perahu mengalami pecah dan para ABK yang brjumlah 19 orang terpental ke laut.
Personil Tagana Bluto Syamsul dalam wawancaranya mengatakan, tadi pagi kami turun bergabung melakukan pencarian bersama masyarakat Basarnas dan Polairut dengan melibatkan kapolres Sumenep menggunakan kapal Polairut via dermaga Kalianget, ujarnya.
“Dari pencarian tadi 16 orang ditemukan dengan selamat dan langsung diarahkan ke rumah juragan perahunya H. Syaiful, dan yang tiga orang masih dalam proses pencarian tim Basarnas dan Polairut” imbuhnya.

Tiga nelayan yang masih dalam proses pencarian yaitu Jumaawan warga Desa Lobuk Kec. Bluto Sumenep, Moharun warga Desa Lobuk Kec. Bluto Sumenep, dan Pak Endin warga Desa Kapedi Kec. Bluto Sumenep.
Menyikapi peristiwa tersebut Kepala Dinas Sosial Kab Sumenep M. Iksan menghimbau agar masyarakat Sumenep yang akan melakukan perjalanan laut diharapkan agar bersabar dulu untuk menundanya hingga cuaca bersahabat.
“Jangan nekad mari kita utamakan keselamatan, dengan demikian artinya sama dengan kita menghindari terjadi laka laut susulan” tutur Iksan kepada wartawan, senin (15/02/2021).
Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Tagana Kec Bluto, Perangkat Desa, Masyarakat, Kapolsek Bloto, Koramil Bloto, BPBD Kab. Sumenep, Basarnas Surabaya, Polairut Sumenep serta Forpimka Bluto. (Syai)
Editor : Redaksi

















