20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Pasca Longsor Petani Temukan Tengkorak Manusia, Tagana Bantu Identifikasi

120x600
banner 468x60

Nganjuk, Delikjatim.com – Hendak panen padi ke sawah, seorang petani dikagetkan dengan tengkorak kerangka manusia dan serpihan kain warna orange yang masih melekat pada belulang tersebut, di bongkahan batu sebelah ladangnya, Minggu (7/03/2021).

Dijelaskan Tagana kabupaten Nganjuk Safe Safii bahwa pada hari Minggu pagi (7/032021) pukul 07.30 WIB telah ditemukan kerangka tengkorak manusia yang diduga jenazah Korban longsor Dlopo pada tahun 2017 lalu.

Lebih lanjut menurut Safii, dari hasil identifikasi petugas dan perpaduan data dilapangan, korban diketahui atas nama Paidi dengan jenis kelamin laki-laki umur 51 thn dengan alamat RT 01 RW 04 Dukuh Jati Desa Blongko kecamatan Ngetos yang merupakan lokasi peristiwa longsor Dlopo Desa kepel Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk sekitar empat tahun lalu.

“Menurut keterangan warga atas nama Parjo (ketua RW setempat dan Saksi Utama) yang hendak memanen padi ke sawahnya, kerangka dan tengkorak tersebut ditemukan tersangkut di batu sungai kecil di dekat sawahnya kemudian dilaporkan ke ketua RT 01 atas nama M. Ninit (30 th) yang selanjutnya diadukan ke Kades Blongko atas nama Gunawan” jelas Safii yang turut mendampingi aparat sedari awal dalam kegiatan evakuasi hingga identifikasi tersebut.

Safii melanjutkan, Kades Blongko menghubungi Babinsa desa Blongko Serda Asep Indra dan Babinkantibmas Blongko Bripka Dhika yang selanjutnya dilakukan cek TKP.

Kemudian pada Pkl 08.15 WIB tiga pilar desa Blongko disertai masyarakat sekitar cek lokasi. Dengan pertimbangan akses yang terjal dan kondisi cuaca maka disepakati untuk segera dilakukan evakuasi tengkorak tersebut karena di khawatirkan terbawa air sungai.

“Setelah selesai diakukan sholat fardhu kifayah di mesjid Miftahul Huda dkh jati desa blongko, selanjutnya menunggu petunjuk dari polres untuk identifikasi DVI” ujar Safii.

Dari hasil data lapangan dan identifikasi didapati fakta real bahwa Ibu Sarinah (41th) merupakan istri dari korban. Hal ini juga diperkuat pernyataan saksi dan cerita keluarga korban (isteri) bahwa pada tepat pada tanggal 9/4/2017 sekira Pukul 08.00 wib Almarhum Paidi dan istri berangkat ke sawah, pada saat itu Paidi (korban) menggunakan baju kaos warna orange (sama seperti serpihan kain yang masih lengket pada tengkorak) toko bangunan jati Lawang dan celana pendek warna hitam, kemudian sekitar pukul 10.00 wib terjadi longsor yang pada akhirnya korban tertimbun dan tak tertolong.

Cerita tersebut dibenarkan anak korban atas nama Wiji lestari bahwa almarhum bapaknya Paidi berangkat memakai baju kaos oranye sama dengan sisa kain yang masih nempel di tengkorak dan kerangka yang ditemukan dan pake celana pendek warna hitam.

Atas dasar diatas maka semua pihak meyakini dan menyerahkan jenazah tersebut kepada mereka untuk selanjutnya dilakukan proses pemakamannya. (Syaiful)

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!