Surabaya, DelikJatim.com – Dinsos akhirnya kunjungi rumah mbak Titin, Menindak lanjuti adanya postingan yang viral di media sosial yang beredar akhir-akhir ini , tentang adanya seorang wanita Warga Karangan Surabaya yang mengalami sakit, Akhirnya di taggapi oleh Dinas Terkait.
Kamis,15/4/2021 Dinsos Surabya bersama dinas terkait akhirnya melakukan kunjungan ke kediaman rumah Mbak Titin ( 27 tahun ) warga jalan Karangan 3 no 53 RT.005 RW 001 kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya.
Turut hadir pula dalam kunjungan tersebut antara lain , Pak Lurah Sawunggaling di dampingi para Staf, BPD Linmas kota Surabaya, Kasatgas dan BKO kelurahan Sawunggaling, PKM jagir ,IPSM kelurahan Sawunggaling, Ketua LPMK, pihak RT dan RW sawunggaling, Dinas Sosial kota Surabaya, Kasie Kesra kecamatan Sawunngaling ,TKSK Wonokromo dan di bantu juga Relawan dari Gereja.
Hasiel Analisa team yang sindak ke lokasi tersebut di dapati bahwa mbak Titin tersebut tercatat sebagia penerima dan mempunyai BPJS jenis PBI, Mbak Titin pada tahun 2014 sampai 2017 juga sudah pernah mendapatkan perawatan di RS dr Soewandi Surabaya.
Hasil dari diagnosa Rs Dr Sowandi waktu itu, pasien di nyatakan mengalami penyakit Epilepsi + Hemi parase.
selanjutnya dari pihak RS Dr Soewandi di arahkan untuk berobat setiap bulannya ke poly syaraf DKT Kodam V brawijaya, Dengan pembiayaan mengunakan BPJS PBI .
Namun mungkin karena dirasa oleh pihak kluarga pengobatan tidak membuat perubahan yang signifikan, akhirnya keluarga memutuskan untuk berobat ke pengobatan Alternatif walaupun sekarang juga sudah berhenti dan juga belum ada perubahan.
Menurut bu Biati selaku ibu kadung Titin, Menceritakan awal anak nya sakit.
“Pada awalnya Titin tumbuh normal seperti anak sebayanya, Namun beberapa tahun yang lalu Titin mengalami panas di sertai kejang yang mengakibatkan dia mengalami kelumpuhan sehingga sampai saat ini tidak bisa berdiri dan tidak bisa di ajak komunikasi”. Ungkapnya ibu Mbak Titin Kepada awak media Delikjatim.
Tak hanya melakukan kunjungan, Dinas Sosial kota Surabaya juga memberikan sejumlah sembako, antara lain Beras, mie instan, minyak goreng dan telor.
Tak hanya dari Dinsos tapi bantuan juga mengalir dari LPMK Sawunggaling berupa beras. Tak ketinggalan pula sejumlah amplop berisi uang tunai juga di berikan oleh kelurahan Sawunggaling dan juga dari Kecamatan Wonokromo.
Bu Siti Biati yang keseharianya sebagai penjahit selaku ibu kandung dari Titin yang tiap bulannya berpenghasilan tak lebih dari Rp 500.000 / bulan,
berharap bantuan dari dinas terkait atupun donatur sebuah kursi roda untuk putrinya.
Untuk selanjutnya dia juga berharap bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan anaknya yaitu perawatan medis yang selayaknya agar anaknya segera pulih kembali.(Joko)
Editor : Redaksi

















