Surabaya, Delikjatim.com – 76 Tahun hari jadi Provinsi Jawa Timur tentu menjadi momen bahagia masyarakat Jawa Timur, setelah beberapa waktu lalu rontok
kepercayaan dirinya digempur oleh pandemi Covid-19 di Surabaya dan
Madura serta daerah lain yang menjadi zona merah.
Sudah banyak pula korban berguguran, rumah sakit penuh dan lapangan pekerjaan
berkurang secara drastis. Oleh karena itu, momen bahagia ini tidaklah baik jika hanya diisi dengan perayaan tanpa memikirkan narasi untuk pemulihan Jawa Timur kedepannya.
Jawa Timur didaulat sebagai daerah dengan sumbangsih besar kepada
bangsa, Jawa Timur selalu mencetak pemimpin-pemimpin Indonesia di
masa lalu seperti Bung Karno.
Di masa depan kelak akan lahir
pemimpin-pemimpin baru ada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil yang begitu cemerlang kiprahnya bagi pembangunan sumberdaya manusia.
Apresiasi tinggi atas kinerja dan sumbangsih mereka untuk Jawa Timur tentu layak kita sematkan bagi pemimpin Jawa Timur hari ini. dalam masa pandemi ini, Jawa Timur dapat tegak lurus memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, meski terkadang masih ada jurang-jurang kecil yang menghadang.
Jawa Timur juga memiliki potensi yang sangat besar melalui indeks usia produktifnya, dengan bonus demografi 71,65% adalah usia produktif 15-64 tahun.
Akan tetapi jika usia produktif ini tidak
diberikan kesempatan dan ruang untuk mengaktualisasikan diri dalam dunia kerja, pengayaan softskill dan bekal lainnya tentu bencana demografi nampak jelas di depan mata kita semua.
Apalagi dinamika yang dirasakan bukan hanya itu, tetapi juga era distrupsi yang memang membuat semuanya serba membingungkan.
Dimulai dari “Matinya Kepakaran” hingga terbaliknya norma antara yang ada di dunia nyata dan dunia maya. Pemuda di Jawa Timur juga harus berhati-hati untuk memilih perannya di antara masyarakat.
Lebih lanjut, untuk mengasah kemampuan dan ketajaman berfikir dalam era disrupsi ini sangatlah esensial bagi semua anak muda untuk mengasah paradigma “Ethic” agar bisa juga menjadi membelajaran nilai atau value yang baik di masyarakat.
Pembelajaran mengenai ethic ini banyak didapat dari dinamika organisasi, pengajaran dalam sektor formal dan juga informal.
Pengayaan terhadap nilai-nilai luhur itu adalah bagian paling penting yang harus dimiliki oleh anak muda Timur . Sudah saatnya kita bersatu untuk Jawa Timur lebih baik. Sudah saatnya anak muda bergerak
bahumembahu memberikan sumbangsih kepada Jawa Timur dan
Indonesia.
Pemuda tahun-tahun lalu adalah motor untuk berjalannya perebutan kemerdekaan, pemuda tahun-tahun lalu adalah motor untuk berjalannya reformasi besar di Indonesia. Saat ini pemuda juga harus menjadi motor pergerakan untuk kemajuan Jawa Timur yang “Gemah Ripah Loh
Jinawi, Toto Tentrem Karto Raharjo.”.(Red).
Editor : Redaksi
















