20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Dorong Lahirnya Duta Rubel Unggulan, Dispendik Surabaya Fasilitasi Calon Secara Total

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.comKementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan program-program yang mendorong terciptanya digitalisasi sekolah hingga ke pelosok negeri.

Hal ini dikarenakan pemanfaatan TIK dinilai sebagai media yang tepat untuk melahirkan generasi unggul dan berkarakter di era digital.

Salah satu Program yang digelar ialah Pemilihan Duta Rumah Belajar (Rumbel) 2022, Duta Rumbel yang merupakan perpanjangan tangan dari Pustekkom dalam mengajak para masyarakat pendidikan untuk memanfaatkan pendayagunaan TIK.

Saat di wawancarai di ruanganya, Mamik Suparmi MPd, yang merupakan Kepala Bidang GTK memaparkan dimana Dinas pendidikan kota Surabaya tidak hanya memberikan motivasi bagi para calon Duta Rumbel di Surabaya bahkan juga memberikan fasilitas dalam mengeksplorasi Serta memaksimalkan potensi para Calon duta rumah belajar.

“Hal ini kita fasilitasi untuk semua calon duta rumah belajar agar di Surabaya ini bisa melahirkan sosok pendidik yang mempunyai inovasi dan unggul”. Terang Mamik, Senin 01 November 2021.

Masih Mamik,” setelah terpilih duta rumah belajar ini harus bisa mengimplementasikan, kreatif dan harus ikhlas berbagi ilmunya untuk melatih guru-guru se-Surabaya maupun diluar Surabaya”. Imbuhnya.

Dispendik Kota Surabaya Menjadi barometer Pendidikan secara nasional. Dimana hanya di Surabaya aplikasi SIAGUS (Sistem Aplikasi Guru Surabaya) menjadi satu-satunya di Indonesia yang memudahkan dinas pendidikan dalam perencanaan, pengembangan dan pengawasan guru dan tendik.

Perlu di ketahui aplikasi SIAGUS ini merupakan hasil inovasi (terobosan) dari Kabid GTK Dispendik Kota Surabaya Mamik Suparmi, Dimana aplikasi tersebut dibuat pada tahun 2017.

Sebelum pandemi datang, seluruh kepala SD dan SMP negeri dan swasta, di 5 wilayah, telah dilatih tentang Learning Manajemen System (LMS) Teams deploy dispendik.surabaya go.id.

“Sehingga ketika pandemi datang, insyaallah kota Surabaya sudah siap dengan pembelajaran daring dan sekarang sudah dikembangkan menjadi hybrid learning”. Terang Mamik.

Dengan LMS Teams ini maka dinas pendidikan dapat mengontrol aktifitas pembelajaran setiap guru dan siswa, tandasnya.

Hingga saat ini proses penyaringan dari ribuan pendaftar duta rumah belajar tersebut sudah tersering 30 orang dilevel pembaTIK.

“Kami mewadahi Guru-guru terbaik dan kita seleksi secara Ketat untuk bisa mendapatkan yang paling Terbaik”. Ujarnya.

“Kita melakukan pelatihan setiap satbtu-minggu. Dimana pelatihan tersebut dilakukan kepada sekitar 1300 Kepala sekolah se-Surabaya dan di bagi manjadi 5 wilayah”. Pungkas Mamik.

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!