20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Ubhara Surabaya dan Komunitas Muda-Mudi Surabaya Inisiasi Kampung Verty

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Surabaya adalah kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Peningkatan jumlah penduduk bertambah dari tahun ke tahun yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan dan pangan.

Jumlah pangan yang meningkat menyebabkan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi namun disisi lain kebutuhan lahan yang meningkat menyebabkan lahan pertanian beralih fungsi menjadi pemukiman sehingga pemenuhan kebutuhan pangan menjadi minim.

Dengan adanya kendala keterbatasan lahan didaerah perkotaan, kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan cara urban farming. Pemanfaatan lahan untuk pertanian di daerah perkotan ditujukan untuk menyediakan bahan pangan bagi keluarganya secara langsung dan meningkatkan pendapatan melalui produk-produknya.

Urban farming memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan diantaranya manfaat ekonomis, manfaat kesehatan serta manfaat lingkungan.

Salah satu model urban farming yang sesuai untuk lahan sempit di perkotaan ialah urban farming model vertikultur. Lahan pekarangan yang sempit menjadi potensi dalam pemenuhan pangan keluarga dan membantu membangun kemandirian pangan masyarakat. Oleh sebab itu, dengan adanya vertikultur dapat mengurangi keterbatasan masyarakat dalam bercocok tanam sayuran dan kebutuhan harian lainnya.

Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dengan tema “Optimalisasi Vertikultur Dalam Membangun Kemandirian Pangan Keluarga”, Universitas Bhayangkara Surabaya bersinergi dengan Yayasan Karya Muda Sejahtera (YKMS) membangun Kelurahan Kendangsari khususnya di gang IV RT 09 RW 03 menjadi sebuah kampung yang bernama ‘Kampung Verti’. Istilah ini diambil karena program gabungan antara kelompok KKN dan KMS memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kemandirian pangan di tingkat keluarga pada Kelurahan Kendangsari. Padatnya penduduk di Kelurahan Kendangsari menyebabkan terbatasnya lahan untuk bercocok tanam.

Selama dua bulan Nopember hingga Desember 2021 Mahasiswa peserta KKN dan KMS bahu membahu dengan masyarakat kususnya ibu-ibu PKK memanfaatkan sistem pertanian vertikultur dengan media pipa paralon yang memiliki beberapa lubang sehingga efisien di lahan yang terbatas dan medianya dapat digunakan kembali setelah panen.

Keunggulan dari sistem vertikultur ialah menghemat lahan, air dan pupuk. Selain itu dapat menerapkan pertanian yang organik tanpa memerlukan bahan kimia yang berlebih, berperan sebagai sinitasi lingkungan serta meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui kemandirian pangan di tingkat rumah tangga

“Dengan adanya vertikultur kemandiran masyarakat dapat diwujudkan melalui pemanfaatan lahan sempit dengan maksimal dan hasilnya dapat memeuhi kebutuhan sayur sehat oleh masyarakat”, kata Muhammad Fadeli, S.Sos, M.Si. Pembimbing Lapangan KKN Ubhara Surabaya, ketika dikonfirmasi, Senin (20/12/2021).

Di akhir kegiatan dilakukan penandatnganan nota kerjasama antara Ubhara Surabaya dan KMS. “Sebagai bentuk komitmen keberlangsungan kegiatan yang digagas bersama. Sehingga kerjasama tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang lain dalam mendukung kebijakan Kemendikbud RI terkait Merdeka belajar kampus merdeka”, tambahnya.

Sementara itu ketua Komunitas Muda-Mudi Surabaya sekaligus pembina Yayasan Karya Muda Sejahtera, Zubaidullah sangat mengapresiasi dan bangga dengan KKN teman-teman Mahasiswa Ubhara yang mengangkat Urban Farming dengan menggunakan Pot Vertikultur karena sejalan dengan program KMS, sehingga tidak sendirian untuk berjuang mengajak masyarakat bertanam sayur sehat dilahan sela mengunakan pot verti.

“Mudah-mudahan kerjasama pihak KMS dengan teman-teman mahasiswa Ubhara tidak berhenti setelah KKN saja, namun teman-teman mahasiswa juga senantiasa ikut mendorong kampung verti menjadi kampung wisata edukasi”, harap Zubaidullah. (Yuda).

Editor – Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!