20230111_185931
20230111_185931
Shadow

FK Tagana Jatim Hadiri Seminar Kebijakan & Program Penanggulangan Bencana

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Forum Koordinasi (FK), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Provinsi Jawa Timur, menghadiri Seminar Millenial tentang Kebijakan dan Program Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial, dengan tema “Tanggap Bencana Sebagai Ketahanan Negara”, di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan, Lantai 5 kampus 1 Universitas Muhammadiyah, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu, 16 Juli 2022.

Seminar ini di hadiri Staff Khusus (TAFFSUS), Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI), Rektor Kampus (Terwakili), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo, Penyandang Disabilitas, Mahasiswa dari berbagai Fakultas, kalangan Pelajar, Unsur Kemensos RI dan FK Tagana Jatim.

Output kegiatan tersebut tertumpu pada Edukasi dan Sosialisasi tentang Bencana, serta menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) tangguh bencana, salah satunya melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS), dan Tagana Goes To School.

Disinggung Faozan Amar, Taffsus Kemensos RI, selaku pemateri tunggal Seminar tersebut, bencana tidak hanya berpotensi terjadi di alam terbuka, di Kampus pun juga bisa terjadi bencana.

“Secara Umum, bencana itu ada dua, Bencana Alam dan Bencana Sosial, yang keduanya disebabkan oleh faktor yang berbeda” terang Faozan, sambil melihat rangkaian materi di layar proyektor.

Bencana Alam, lanjut Faozan, disebabkan oleh faktor alam, seperti Gempa Bumi, Banjir, Rob, Longsor dan Gunung meletus.

Semetara Bencana Sosial, adalah Konflik Sosial yang terjadi karena ulah manusia (Human Error), biasanya dipicu oleh adanya perbedaan pemahaman atau keyakinan (Ras/Agama), kemudian faktor lainnya yakni Gagal Tekhnologi, sehingga mengakibatkan korban jiwa manusia, kerusakan serta kerugian materi.

Apa peran Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana ?

Secara singkat, lugas bernuansa humoris, Faozan Amar menjelaskan, Kemensos adalah salah satu Kementerian yang memiliki peran penting dalam Penanggulangan Bencana (PB).

Upaya yang diilakukan Kemensos dalam penanggulangan bencana tidak hanya pada penanganan saat terjadi bencana.

“Jadi, Kemensos hadir dalam penanggulangan bencana pada masa Pra (Sebelum) Bencana, Saat terjadi bencana (Tanggap Darurat), dan Pasca Bencana” jelas Faozan, yang juga Doses FEB UHAMKA.

Apa saja implementasinya ?

Pada masa Pra Bencana, Kemensos merilis Mitigasi Bencana (Disaster Mitigation), dengan target meminimalisier resiko bencana, yang biasa disebut Pengurangan Resiko Bencana (PRB), sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1 ayat 6, Peraturan Pemerintah (PP), No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Pada saat terjadi bencana, dilakukan assesment dan kaji cepat kejadian, agar dapat secara cepat dan tepat diketahui dampak (Kerusakn/kerugian) yang diakibatkan oleh bencana itu sendiri. Melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, lintas Sektoral, lintas Kementerian terkait, dan lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

“Misalnya, berapa rumah yang terdampak, berapa korban jiwa/luka, menentukan titik evakuasi, mempersiapkan Shelter pengungsi, Logistik, Dapur Umum (DU), dan lain-lain” kata Faozan.

Sedangkan di Pasca Bencana, Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan lainnya, menyediakan bantuan kebutuhan pengungsi, dari mulai sandang, pangan, papan dan perbaikan (Normalisasi) infra struktur (Fasilitas Umum), yang rusak akibat bencana, memberikan layanan Terapi Healing melalui pendampingan Psykososial (LDP), melayani kebutuhan medis dan pendidikan anak (berkoordinasi dengan pihak terkait), hingga santunan kematian kepada ahli waris korban. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP), Nomor 21 (Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana), Nomor 22 (Tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana), Tahun 2008.

Dalam konteks tersebut, Kemensos RI dan Dinas Sosial Kabupaten Kota se Indonesia, bergerak dengan dibantu oleh Pilar Sosial pegiat kebencanaan, seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian (Pordam), dan lainnya.

Twi Adi, Ketua Forum Koordinasi (FK), Tagana Provinsi Jatim, dalam kesempatannya menambahkan, Pra Bencana adalah upaya mengurangi resiko bencana, dengan cara menyiapkan potensi SDM dari multi kalangan, baik Masyarakat, kalangan Pelajar, Siswa-siswi maupun Mahasiswa.

“Sebagai implementasinya, Tagana Jatim gencar Sosialisasikan Program Tagana Masuk Sekolah (TMS), Tagana Goes To Schooll, Tagana Go Green dan Taman Siaga Bencana (TSB)” tuturnya.

Twi melanjutkan, kami terbuka bagi siapa saja yang ingin sharing tentang kebencanaan. Kawan-kawan yang siap bergabung dalam hal Penanggulangan Bencana, silahkan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, atau Dinas Sosial Kabupaten / Kota setempat.

“Kami Tagana Jatim punya Sahabat Tagana dan Tagana Muda (Tagmud), kawan-kawan Pelajar dan Mahasiswa bisa sharing disitu” imbuhnya.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!