Gresik, Delikjatim.com – Malam peringatan HUT RI Ke-77 atau lebih dikenal dengan malam tirakatan dimanfaatkan warga RT 01/ RW 09 Perum Griya Kencana Driyorejo-Gresik dengan lomba memasak nasi goreng.
Biasanya memasak identik dengan ibu-ibu atau perempuan, kali ini yang menjadi peserta lomba adalah bapak-bapak, Selasa (16/8/2022).
Sejak sore hari sekitar pukul 18.00 panitia sudah menyiapkan sound system, meja dan kompor gas yang diletakkan di halaman balai RT 01. Untuk kompor gas dari panitia jumlahnya terbatas, oleh karena itu sebagian peserta membawa kompor gas dari rumah masing-masing. Setelah sholat isyak warga RT 01 mulai berbondong-bondong menuju halaman tempat diadakan lomba memasak.
Koordinator Lomba memasak Ratna Krissela Divani didampingi ketua PKK RT 01 Enok Kusrini mulai mengadakan registrasi peserta yang mendaftar ada 20 orang, sekaligus mengambil nomor urut.
Bu Enok panggilan akrabnya ketika diwawancarai menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati HUT RI Ke-77, dengan lomba memasak nasi goreng pesertanya sengaja kami tetapkan bapak-bapak RT 01, supaya seru. Ujarnya.
Masih dengan bu Enok, ternyata bapak-bapak sangat antusias, terlihat semua peserta bersemangat mengikuti perlombaan. Ujarnya.
Sementara itu sebelum dimulai lomba, tim juri diwakili oleh bu Harto menyampaikan aturan perlombaan yang sebelumnya sudah diinformasikan satu pekan sebelumnya, bahwa semua peserta hanya boleh membawa nasi dan perlengkapan memasak saja. Semua bahan sudah disiapkan panitia, seperti minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, lombok, saos, kecap, tomat dan ketimun hingga garam serta penyedap rasa. Imbuh bu Harto.
Masih dengan Bu Harto, untuk kriteria penilaiannya adalah kostum yang unik dan lucu 10 poin, kebersihan 15 poin, proses memasak 15 poin dan yang paling menentukan hasil akhir yaitu rasa 50 poin. Imbuhnya. Setelah semua peserta dirasa siap, koordinator lomba Ratna Krisella Divani memanggil peserta untuk mengambil bahan yang sudah disiapkan secara bergantian dan tertib. Lombapun dimulai pukul 19.45 dan diakhiri pada pukul 20.30.
Saatnya bapak-bapak pun beraksi di hadapan kompor yang tersedia. Ada yang begitu trampil dan luwes menangani bumbu-bumu dan sayur. Cara memegang pisau dan merajang sangat pas. Cara menggorengnya pun kelihatan begitu familiar menghadapi api dan wajan. Sreng, sreng bunyi-bunyian khas penggorengan seperti bakul nasi goreng ini pertanda mereka biasa di dapur. Namun ada pula yang grogi, salah tingkah, sangat pelan dan hati-hati memegang alat penggorengan. Tidak kalah ramai, ibu-ibu dan anak-anak memberi semangat sorak sorai.
Detik-detik berakhirnya waktu lomba yang telah ditentukanpun telah tiba. Seluruh peserta mulai menghidangkan nasi goreng yang telah dibuat diatas piring masing-masing dan secara bergantian meletakkan di atas meja yang telah disiapkan. Tim juri yang terdiri dari tokoh masyarakat pak Purwono, bu Santi dan bu Agus siap memberi penilaian. Untuk menjaga subjektivitas, saat merasakan nasi goreng mata tertutup dengan disuapin dan juri yang lain mencatat untuk nilainya. Satu persatu nasi gorengpun selesai dilakukan penilaian.
Beberapa menit kemudian tim juri bersiap mengumumkan sang juaranya. Berikut ini nama-nama pemenang lomba memasak nasi goreng:
Juara 1 bapak Katiyo dengan nilai 79 poin
Juara 2 bapak Ridho dan bapak Ikhwa dengan nilai masing-masing 78 poin
Juara 3 bapak Harto dengan nilai 77 poin.
Selamat kepada para pemenang, sampai ketemu dilomba-lomba berikutnya. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah segenap warga RT 01 untuk mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia. (Yono/Yuda).
Editor : Redaksi

















