20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Stafsus Mensos RI Apresiasi Kampung Edukasi Sampah Sekardangan Dalam Menginspirasi Pengelolaan Sampah

120x600
banner 468x60

Sidoarjo, Delikjatim.com – Masalah sampah rumah tangga menjadi isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat karena jumlahnya mencapai 175.000 ton per hari.

Partisipasi warga untuk mengelola sampah dengan baik akan membantu mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus untuk pemberdayaan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Faozan Amar saat berkunjung ke Kampung Edukasi Sampah RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo, Minggu (21/8/2022).

Faozan menjelaskan bahwasanya sampah dapat memberikan nilai komersial jika dikelola dengan baik. Salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman.

Lingkungan yang bersih dan asri secara tidak langsung dapat mencerminkan taraf sosial masyarakat di lokasi tersebut. Bahkan, Faozan melihat Kampung Edukasi Sampah dalam pelaksanaan program berpegang pada tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Selama ini sampah selalu lekat dengan hal yang kotor, kemiskinan, dan hal negatif lainnya. Namun berbeda di kampung ini, sampah dikelola sangat baik oleh warga dan untuk warga, Kampung Edukasi Sampah di Sidoarjo ini dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan taraf sosial masyarakat di kampung-kampung yang lain,” katanya.

Ditempat yang sama, Lurah Sekardangan, Amat Adi Subhan mengatakan bahwa Kampung Edukasi Sampah saat ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat memberikan manfaat dari sisi ilmu pengetahuan melalui serangkaian penelitian maupun program pengabdian masyarakat yang pada akhirnya menambah kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik dan benar.

“Kami berharap Kampung Edukasi Sampah dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri oleh warga,” kata Amat.

Sementara itu, Ketua RW.07 Kelurahan Sekardangan, Hariyanto menyebutkan, kesadaran dan kebersamaan warga menjadi kunci utama dalam penataan Kampung Edukasi Sampah. Dengan hal tersebut warga secara sukarela dan mandiri memilah sampah sesuai dengan jenisnya di rumah masing-masing. Selanjutnya pengolahan sampah organik menjadi kompos dilakukan secara bersama-sama dengan alat yang telah tersedia di lingkungan rumah warga. Di kampung tersebut juga terdapat bank sampah untuk mengelola sampah non organik.

“Hasil pengelolaan sampah dimanfaatkan sepenuhnya untuk warga untuk penataan kampung sehingga lebih nyaman dan asri,” ungkapnya.

Saat kunjungan tersebut Faozan sempat bermain dolanan tradisional Engklek, kemudian menyampaikan, fasilitas dolanan tradisional dilingkungan yang asri ini disamping melestarikan budaya bangsa juga melatih anak anak untuk aktif bersosialisasi, bermain sportif dan menjaga persaudaraan sehingga menginspirasi untuk berinovasi peduli lingkungan. (Yuda).

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!