Surabaya, Delikjatim.com – “Kalau ingin cita-cita kalian tercapai, maka harus rajin belajar, berdoa, dan berbakti kepada orang tua”.
Demikian motivasi yang diberikan anggota komisi B DPRD kota Surabaya, dr Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah yang akrab disapa dr Zuhro dihadapan puluhan santri LKSA Rumah Pintar Matahari PCM Krembangan Surabaya di musholla Al-Amin Kampung 1001 Malam, Sabtu (15/10/2022).
Lanjut dr Zuhro, dirinya sangat terharu kepada para santri binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Pintar Matahari dibawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya.
“Saya sangat terharu pada kondisi di Kampung 1001 Malam, terutama anak-anak di kampung tersebut yang merupakan binaan Rumah Pintar Matahari dimana masih ada yang belum bisa membaca dan menulis”, terang dr Zuhro.
Dokter Zuhro berharap sedikit nasehat dan hadiah tersebut dapat memberikan motivasi kepada anak-anak binaan RPM agar lebih giat belajar, berdoa, dan senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

Sementara itu, Bendahara LKSA Rumah Pintar Matahari, Endarwati Choiriah, SE. M.Pd.I. sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada anggota komisi B DPRD kota Surabaya, dr Zuhro yang telah berkunjung guna memberikan motivasi dan hadiah kepada anak-anak binaan RPM.
Lanjut Endarwati menjelaskan, setiap hari Sabtu pengurus RPM melaksanakan kegiatan rutin yaitu mengunjungi selter binaan di musholla Al-Amin Kampung 1001 malam.
“Ada sekitar 55 anak santri binaan kami yang berada di kampung 1001 malam. Masih ada beberapa anak yang masih belum bisa membaca dan menulis juga membaca Al-Qur’an”, terang Endarwati.
Masih dengan Endarwati menerangkan, tidak mudah melakukan pembinaan terhadap anak-anak dikampung 1001 malam. Butuh kesabaran dan keistiqomahan dari para pengurus maupun relawan Rumah Pintar Matahari.
“Untuk menarik minat anak-anak kampung 1001 malam, biasanya kami memberikan snack serta minuman ringan di akhir kegiatan sebagai pendorong atau motivasi supaya anak-anak mau datang mengikuti pembinaan di musholla Al-Amin”, ungkap Endarwati.
Lanjut Endarwati, pembinaan anak-anak dikampung 1001 malam untuk sementara masih seputar baca tulis Al-Qur’an dan hafalan surat-surat pendek juz 30, kedepannya In syaa Allah akan diadakan qiroati atau tartil bagi anak yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
“Masih banyak yang perlu kami benahi di kampung 1001 malam, diantaranya tata cara wudhu, doa-doa dalam sholat dan lain sebagainya”, ujar Endarwati.
Endarwati berharap dukungan dari berbagai pihak terhadap pembinaan di kampung 1001 malam, terutama anak-anaknya. Dimana rata-rata mata pencaharian sehari-hari warga kampung tersebut adalah sebagai pemulung, pengemis, pengamen, kuli bangunan, tukang becak, dan buruh kasar.

















