Jember, Delikjatim.com – Wanita paruh baya ditemuka tewas di komplek Afdeling, perumahan karyawan pekerja Kopi, di Dusun Tanah Manis RT.02 RW.16, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Senin, 7 November 2022, pukul 13.00 WIB.
Dari indentitas yang ada, korban meninggal akibat bencana tanah longsor diketahui atas nama Tije Hariyani (1953}, yang tinggal seorang diri.
Mengetahui kejadian itu, Tagana Kabupaten Jember segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assesmen dan pendataan korban serta dampak lainnya.
Koordinator Tagana Kabupaten Jember, Cak Yoyon (sapaannya) menerangkan, longsor yang menyerang rumah warga dan memakan korban jiwa ini adalah kejadian kali kedua.
Melalui kejadian ini seolah ada pesan bahwa Taqdir tak dapat dihindari. Faktanya, Pada kejadian bencana longsor sebelumnya (11/10/2022), korban ini sudah dibujuk untuk mengungsi ke rumah anaknya di kawasan aman bencana, berbagai pendekatan dilakukan oleh banyak pihak termasuk Tagana setempat, namun korban selalu menolak.
Yoyon menerangkan, “Sebelumnya pernah terjadi longsor yang menimpa kediaman Ibu Tije Hariyani (korban MD), yakni pada selasa, 11 Okt 2022. Kemudian Tagana Dinsos Kabupaten Jember, pada esok harinya (12/10/2022), melakukan assessmen sekaligus menyalurkan bantuan berupa foodware dan lauk siap saji, serta 1 paket sembako” terang Yon (8/11/2022).
Ia meneruskan, Kami mencoba melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada almarhumah pasca longsor pertama, agar berkenan mengungsi, karena beliau sudah lansia dan tinggal sendiri, cerita Yoyon pada awak media.
Namun sayangnya usaha itu tak mampu merubah kehendak korban untuk tetap tinggal ditempat itu.
“Kata almarhumah, longsor ringan (longsor yang pertama) dianggap hal yang biasa terjadi, dan selama ini dirinya baik-baik saja, begitu kata Bu Tije waktu itu” ungkap Yoyon dengan raut serius.
Tanpa diduga longsor kedua pun terjadi, pada Senin, (7/11/2022), yang kemudian mengakibatkan dua rumah rusak, termasuk rumah korban. Pada kejadian ini pula korban atas nama Tije Hariyani ini, ditemukan meninggal dunia.
Dikabarkan, longsor tersebut terjadi setelah sebelumnya terjadi hujan deras dengan intensitas lebat. Sementara itu, taksiran kerugian materi akibat kejadian ini, hingga berita ini dinaikkan, masih dalam kajian dan kalkulasi pihak terkait.
Selain Assessmen dan Evakuasi, Tagana juga turut melakukan bhakso dan menggelar layanan Dapur Umum (DU), guna mendukung permakanan kegiatan tersebut.
Demikian disampaikan Koordinator Tagana Kabupaten Jember, ketika dikonfirmasi tim Media.
“Jadi selain melakukan assesmen dan bhaksos, kami juga memberikan layanan permakanan sebanyak 75 bungkus untuk mensupport terhadap kegiatan penanganan di lokasi kejadian” bebernya.
Lebih dalam ia melanjutkan, hasil assesmen kejadian akan kami laporkan ke pembina sebagai dasar pertimbangan pada langkah penanganan selanjutnya.
Pihak yang terlibat pada penanganan bencana longsor tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Muspika Kecamatan Silo, Pemerintahan Desa Sidomulyo, serta keterlibatan Komunitas Relawan Jember lainnya.

















