Bangkalan, Delikjatim.com – Masyarakat Kampung Lebak bersama beberapa mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan inovasi dengan mengolah kerang menjadi makanan yang lezat dan memiliki nilai jual yang menjanjikan.
“Kami mengolah kerang menjadi kerupuk, karena di Kampung Lebak ini ketersediaan hasil laut sangat melimpah, jadi akan sangat disayangkan jika hanya dijual mentahan tanpa diolah menjadi sebuah produk yang lebih awet” ujar Mahasiswa Prosi Psikologi, UTM 2020, Genta Fajar Ramadhani, di Bangkalan, Jum’at (2/12/2022).
Para mahasiswa Prodi Psikologi tersebut memilih kerang untuk dijadikan sebuah produk olahan karena kandungan gizi yang terdapat dalam kerang sangat membantu dalam menjaga kesehatan jantung, mengatasi anemia, menjaga fungsi system saraf serta meningkatkan kekebalan dan menjaga metabolisme tubuh.
Sementara untuk jenis kerang yang diolah adalah jenis kerang darah.
“Melalui program pelatihan yang diadakan, kami berharap produk yang dihasilkan dapat terjual laris dan mengundang lebih banyak antusias warga Kampung Lebak untuk lebih berkreasi dalam mengolah hasil laut.” Tambah Genta.
Sebelum memulai program pelatihan, mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat kampung Lebak untuk mendiskusikan cara pembuatan kerupuk kerang yang dapat bertahan lama tanpa adanya campuran bahan pengawet. Setelah diipahami, masyarakat kampung Lebak bersama mahasiswa langsung membuatnya dan dari hasil bekerja sama membuat kerupuk itu, banyak warga mulai terampil dan ingin menjualnya secara online.
Untuk ketahanan produk, kerupuk kerang yang mentah dapat bertahan selama 2 tahun. Sementara untuk yang digoreng langsung, kerupuk dapat bertahan lama jika tidak terkena udara lembab. Kerupuk yang sudah digoreng dimasukkan ke dalam kemasan pouch kecil agar lebih praktis untuk dibawa kemana-mana.

















