20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Sosial  

Prioritaskan Kesehatan Klien, Dinsos Provinsi Jatim Rujuk OT 69th Ke UPT PSTW Magetan

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Bidang Penanganan Bencana Sosial, fasilitasi proses pemulangan orang telantar (OT) lanjut usia asal Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten, yang mengalami Demensia dan kesulitan berbahasa. Atas dasar pertimbangan kesehatan, OT atas nama Ali Suyadi (69) akhirnya di rujuk ke UPT PSTW Magetan menggunakan mobil pelayanan sosial unit reaksi cepat Dinsos Jatim. Pada Jum’at, 27 Januari 2023, pukul 15.15 Wib.

Sebelumnya Ali Suyadi mendapat penanganan di Dinas Sosial Kota Batu, penjangkauan pihak Dinas Sosial Kota Batu terhadap OT ini dilakukan setelah mendapat laporan warga setempat. Hingga pada akhirnya oleh Dinsos Kota Batu dilimpahkan ke Dinas Sosial Provinsi Jatim guna proses pemulangan lintas Provinsi.

Petugas pelayanan orang terlantar Dinsos Jatim terbentur kendala ketika hendak menggali informasi alamat dan keluarga klien (OT), mengingat yang bersangkutan kesulitan bicara oleh faktor usia dan mengalami Demensia.

Dalam kurun waktu satu hari Ali Suyadi mendapat pelayanan dan perawatan di Shelter Orang Telantar (OT) Dinsos Provinsi Jatim, keterangan yang dibutuhkan guna kebutuhan proses pemulangan belum juga diperoleh. Selanjutnya atas dasar kesehatan, agar mendapat pelayanan sesuai kebutuhan klien, Dinas Sosial Provinsi Jatim Bidang Penanganan Bencana Sosial merujuknya ke UPT PSTW Magetan ruang instensive care.

Kepada media Delikjatim.com, Yusmanu, SST, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Jatim menjelaskan, penanganan perkara sosial tidak bisa dengan serta merta menggunakan rumus matematika.

“Kalau rumus matematika gampang, satu tambah satu sama dengan dua. Tapi yang kami berikan penanganan ini kan manusia bukan barang. Maka dalam memberikan layanan dan penanganan kami harus memanusiakan manusia. Bagaimana jika kita di posisi mereka, ketika enak pelayanan dan penanganan yang kita terima maka begitu juga orang-orang yang kita berikan pelayanan dan penanganana ” tutur Yusmanu ketika di wawancara di ruang kerjanya, lantai ll Gedung B Kantor Dinsos Provinsi Jatim (27/01/2023).

Yusmanu melanjutkan, setiap orang telantar memiliki permasalahan dan penanganan yang berbeda, disinilah pentingnya assesmen. Berkaitan dengan hal itu maka kami fungsikan pekerja sosial (PEKSOS) fungsional untuk melakukan assesmen terhadap setiap orang terlantar (OT).

“Agar dapat diketahui identitas dan asalnya darimana, permasalahannya apa dan bagaimana penanganannya” jelasnya.

Ia juga menegaskan, Terhadap OT yang mengalami kesulitan berbahasa dan Demensia ini, kami lakukan Reveral atau rujukan ke UPT yang dapat memberikan pelayanan terbaik, yakni UPT PSTW Magetan ruang instensive care, sembari kami gerakkan UPT yang ada serta keterlibatan pilar-pilar sosial seperti TKSK dan TAGANA untuk membantu mencari informasi keluarga yang bersangkutan.

“Disini kami kesulitan fasilitas untuk memberikan pelayanan dan perawatan khusus terhadap OT dalam kondisi seperti yang dialami Pak Ali Suyadi ini, beliau lansia dan membutuhkan perawatan tersendiri, dan itu yang adanya di PSTW. Dari PSTW yang ada, ruang perawatan yang kosong hanya di PSTW Magetan, jadi kami lakukan reveral atau rujukan kesana” tegasnya.

Dipenghujung wawancaranya Yusmanu menyampaikan, “Permasalahan Sosial yang ada di Masyarakat itu membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Jangan sampai enggan terhadap permasalan sosial khususnya yang ada di lingkungan kita. Jadi kita mulai dari lingkungan sekitar kita dulu, nantinya empati seperti itu akan melebar ke Masyarakat luas” imbuhnya.

Di ruang terpisah, Liawati Suntiana S.Pd, M. Sos, sub koordinator Penanganan Bencana Sosial menambahkan, OT atas nama Ali Suyadi (69) asal Jl. Alpukat I E 15/26 Perum Benda Baru, RT.002 RW.018, Kecamatan Pamulang, Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten ini, statusnya dititipkan sementara di UPT yang masih memiliki ruang perawatan, yaitu di UPT PSTW Magetan.

“Dengan pertimbangan dan alasan kesehatan maka yang bersangkutan kami rujuk ke UPT PSTW Magetan, ruang intensive care. Hingga kami mendapatkan informasi keluarganya” tutur Sub Koordinator Penanganan Bencana Sosial yang akrab disapa Lia.

Lia mengatakan, hingga saat ini alamat yang dituju dan keberadaan keluarganya belum terdeteksi, masih dalam proses seaching.

“Kami akan terus berupaya se maksimal mungkin untuk mendapatkan informasi keluarganya” imbuhnya.

banner 336x280
Penulis: Saiful StoryEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!