Bondowoso, Delikjatim.com – Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk memulihkan traumatik anak keluarga korban bencana, memory mereka sangatlah kuat dalam mengenang apa yang dilihat, didengar dan dialaminya. Hal ini nyatanya cukup dipahami oleh orang nomer satu di lingkungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Sehingga termotivasi untuk melakukan layanan dukungan psikososial (LDP) secara berkesinambungan.
Malam ini, Kamis (16/2/2023), Kadinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah MSi, didampingi personil Tagana melakukan silaturrahmi “door to door” ke rumah-rumah warga terdampak. Menurutnya, hal itu penting dilakukan guna dapat memantau progres kondisi psikis anak secara kontinyu.
“Dalam hemat kami hal ini menjadi penting untuk dilakukan, agar bisa mengetahui laporan kemajuan kegiatan LDP itu sendiri. Disamping itu, temuan-temuan yang kami peroleh di lapangan akan menjadi barometer dan bahan evaluasi dalam meningkatkan siklus neraca kegiatan LDP kedepan. Dengan demikian maka efisiensi, efektifitas dan kwalitas layanan dapat di implementasikan dengan baik” tutur Anis (sapaannya).
Lebih lanjut Anis menyampaikan, secara umum anak-anak ini masih diselimuti trauma, sebagian besar dari mereka mengaku bahwa selalu terngiang kejadian yang pernah dialami ketika mendengar suara-suara teriakan di sekitarnya.
“Jadi dari hasil pantauan perkembangan kondisi mereka melalui ajang silaturrahmi malam ini, anak-anak ini mengaku bahwa memory ingatannya akan mereplay kejadian yang pernah dialaminya jika mendengar suara lantang dan teriakan-teriakan. Akan tetapi pada sisi lain yakni kegiatan sosialnya, sudah berjalan membaik. Anak-anak sudah enak bergaul satu sama lain, sudah ada yang masuk Sekolah dan ngaji, aktifitas sosial lain seperti gotong royong juga sudah mulai nampak di lingkungan mereka” ungkapnya.
Anis melanjutkan, terkait kegiatan belajar mengajarnya, untuk kelas 1, 2, dan 3 di tempatkan di Mushollah, sedangkan untuk kelas 4, 5, dan 6, di tempakan di Balai Desa setempat. “Selanjutnya, pada saat jam belajar itulah teman-teman Tagana datang memberikan materi. Anak-anak pun terlihat tepat waktu tiba di lokasi kegiatan belajarnya. Sebagian ada yang diantar orang tuanya, ada yang bersama teman-temanya, ada juga yang kami jemput. Perlu juga kami sampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan penanganan ini dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, artinya kami bersinergi dan berkolaborasi bersama banyak pihak, mulai dari Kodim, Polres, BPBD, Dinsos P3AKB dan seluruh OPD terkait, Penyuluh Agama, potensi relawan dan Masyarakat dalam melakukan kegiatan pelayanan dan penanganan bencana ini” ujarnya.
Kendatipun demikian, warga terdampak enggan mengungsi ke titik pengungsian yang disediakan pemerintah. Mereka memilih bertahan atau tinggal bersama keluarga dan kerabat terdekatnya, bagi mereka yang kondisi rumahnya belum bisa ditempati, Tutup Anis diakhir wawancaranya.

















