Surabaya, Delikjatim.com – Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah (Screening) adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan siswa, Tim Puskesmas Keputih mengadakan Tes Screening Kesehatan yang merupakan program rutin setiap tahun. Tim Puskesmas Keputih membawahi SD, SMP, SMA wilayah Kelurahan Keputih. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
Hal ini karena kesehatan memberikan pengaruh besar terhadap kegiatan belajar bagi peserta didik.
Hari Rabu (9/8/23) merupakan jadwal screening kesehatan SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang wajib diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 sebanyak 453 siswa. Dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan para peserta didik SD Muhammadiyah 26 mampu mengikuti kegiatan belajar secara maksimal dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Adapun tindakan yang kemudian diambil pihak sekolah terhadap peserta didik yang bermasalah kesehatannya adalah merujuk ke Puskesmas Keputih yang lokasinya tidak jauh dari sekolah, dengan membawa surat rujukan yang diberikan oleh dokter pemeriksa pada screening kesehatan.
Screening kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter dan perawat Puskesmas Keputih meliputi : tes kesehatan mata, tes kesehatan telinga, dan yang terakhir tes kesehatan gigi. Pada tes kesehatan mata dengan metode membaca “chart”, pada metode ini seluruh siswa membaca deretan huruf-huruf yang terdapat pada pada “chart” dengan jarak yang ditentukan.
Pada tes kesehatan telinga dengan menggunakan alat yang disebut otoskop. Otoskop merupakan alat dengan ujung runcing yang disebut spekulum. Ukurannya bervariasi dan bisa disesuaikan dengan ukuran lubang telinga pasien. Alat otoskop juga dilengkapi dengan lampu sehingga bisa menerangi lubang telinga saat dokter mengecek kondisinya.
“Saat alat itu masuk ke telinga saya, ada rasa panasnya us, dan geli sekali”, tutur Ozora salah satu siswa kelas 3.
Pada tes kesehatan gigi, dengan menggunakan senter seluruh siswa membuka mulut nya satu persatu sesuai dengan antrian.
“Giginya ada yang lubang ya, tidak boleh banyak makan permen ya, jangan lupa gosok gigi supaya giginya tidak bolong-bolong”, ungkap dokter yang memeriksa gigi kepada salah satu siswa kelas 1.
“Harapan saya dengan diadakan kegiatan screening ini, kita bisa mendeteksi apakah peserta didik SD Muhammadiyah 26 ada yang penglihatannya kurang atau bagaimana dengan demikian kita bisa langsung memberikan tindakan supaya siswa tersebut mendapatkan penanganan langsung dari pihak Puskesmas Keputih,” tutur Ustadzah Yunita Kepala SD Muhammadiyah 26.
“Alhamdulillah, seluruh siswa siswi kebanggaan SD Muhammadiyah 26 setelah melaksanakan tes kesehatan (screening) hasilnya bagus-bagus dan sehat semuanya. Sehingga seluruh peserta didik bisa melaksanakan pembelajaran dengan maksimal. Terima kasih saya ucapkan kepada Tim Puskesmas Keputih yang selalu memperhatikan kesehatan peserta didik kami serta memberikan edukasi kepada siswa pada waktu proses pelaksanaan screening guna menjaga kebersihan diri dan kesehatannya,” tambah Ustadzah Yunita.

















