Jember, Delikjatim.com – Pergeseran musim El-Nino ke La-Nina, serta isu potensi ancaman bencana meteorologi dan megathrust, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jember. Menyongsong potensi tersebut pagi ini, Pemkab Jember menggelar Apel Kesiapsiagaan dengan melibatkan sejumlah stakeholder kombinasi multihelix, unsur relawan serta sejumlah unsur lainnya termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim. Apel yang berlangsung di Alun-alun Puger Kabupaten Jember ini dihidiri sedikitnya seribu orang. Selasa, 28 Mei 2024.
Dr Ns Suhari mm (Kang Hari sapaannya), dari kalangan akademisi Universitas Jember, hadir mewakili Forum PRB Jatim. Ia katakan, keterlibatannya pada apel kali ini sebagai terundang, merupakan wujud partisipasi dan kepeduliannya dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penanganan kejadiannya.
“Apel kesiapsiagaan ini dihadiri sekitar seribu peserta stakeholder, kombinasi multiunsur dan sejumlah komunitas relawan kebencanaan” ucapnya saat dikonfirmasi awak media (28/5/2024) siang.
Kang Hari menyebut, ada 10 relawan dari komunitas berbeda yang mendapat penghargaan dari Bupati Jember.
Bupati Jember mengharapkan semua stakeholder dan para pelaku kebencanaan, lanjut Kang Hari, termasuk semua relawan hendaknya bersatu mempersiapkan diri menghadapi potensi ancaman bencana meteorologi hingga megathrust pada musim La Nina, terutama bencana Gempa bumi dan tsunami.
Usai apel, Bupati dan Kepala LP2M universitas Jember, Prof Yuli witono, didampingi relawan, luangkan waktu mengunjungi stand tenda edukasi. Hingga kebersamaan tersebut diakhiri dengan photo bersama.

















