Kabupaten Pasuruan, Delikjatim.com – LPBI PWNU Jawa Timur, bekerja sama dengan SIAP SIAGA, hampir menyelesaikan percepatan dan integrasi Desa Tangguh Bencana (Destana) ke dalam perencanaan desa di 25 desa di Jawa Timur. Acara diseminasi terbaru, yang diadakan di Kabupaten Pasuruan (17 Juli 2024), dihadiri sekitar 350 peserta, termasuk kepala desa dan camat dari seluruh Kabupaten Pasuruan, serta tamu undangan dari DPRD Kabupaten Pasuruan, BPBD Jatim dan Kabupaten Pasuruan, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Timur (FPRB Jatim).
Inisiatif Destana inklusif, yang diprakarsai oleh LPBI NU Jawa Timur bersama SIAP SIAGA, bertujuan untuk mengintegrasikan ketangguhan bencana ke dalam perencanaan desa dengan menekankan inklusi perempuan dan penyandang disabilitas.
Saiful Anam (Cak Anam), Manajer Program LPBI NU Jawa Timur, menyatakan, “Dalam setiap proses fasilitasi desa, kami mengutamakan perempuan dan penyandang disabilitas di desa.” ucapnya (17/7).

Dia menambahkan, Nilai-nilai pemberdayaan, kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial menjadi inti dari kegiatan kami, karena kelompok-kelompok ini sering kali kurang mendapat perhatian secara substansi.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo (Papang), dan pejabat lokal seperti Adriyanto (PJ Bupati Kabupaten Pasuruan) dan Yudha (Sekda Kabupaten Pasuruan).
Inisiatif Destana inklusif ini sebanding dengan yang diusulkan oleh BPBD Jawa Timur dan BNPB, tetapi menonjol karena fokusnya yang khusus pada inklusivitas dan kesetaraan sosial. Inisiatif ini memastikan bahwa kebutuhan dan suara kelompok rentan menjadi bagian integral dari perencanaan dan pelaksanaan ketangguhan bencana.
Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng H, saat menjamu Direktur Kesiapsiagaan BNPB di kantor barunya (17/7), menaru harapan besar bahwa serangkaian program yang sudah diluncurkan dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

















