20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Asyik Bermain Layanngan, Bocah 6 Tahun Tenggelam di Sungai Lodoagung Blitar

120x600
banner 468x60

Blitar, Delikjatim.com — Seorang anak berusia enam tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Lodoagung, Dusun Plosorejo, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kejadian nahas ini berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025, sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, dua anak sedang bermain layang-layang di pinggiran sungai. Keduanya diduga terpeleset dan tercebur ke sungai yang memiliki kedalaman sekitar dua meter. Salah satu anak, Ahmad Aldiano Davi (6), berhasil menyelamatkan diri. Namun, temannya, Aksa Devin Ardiansyah (6), terbawa arus sungai.

Upaya pencarian korban melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tagana Kabupaten Blitar, TNI, Polri, Basarnas, BPBD Jawa Timur dan Kabupaten Blitar, hingga relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Proses pencarian berlangsung selama lebih dari 24 jam.

Petugas Posko Tagana Kabupaten Blitar, Aprilia Kristanti menyampaikan, Jenazah Aksa akhirnya ditemukan pada Sabtu, 5 Juli 2025, sekitar pukul 14.15 WIB di wilayah Lingkungan Jaten, Kelurahan Kademangan, atau sekitar 3,76 kilometer dari lokasi kejadian.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan dilakukan visum luar oleh pihak terkait” ucap april saat dihubungi media delikjatim, Sabtu sore (5/7).

Petugas Posko Tagana Kabupaten Blitar, Aprilia Kristanti menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Mereka juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dan penanganan kejadian ini.

Seluruh proses evakuasi berjalan dengan lancar, dan dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi Tagana Kabupaten Blitar, Koramil Kademangan, Polsek Kademangan, Basarnas, BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Blitar, Polairud Kamladu Tambakrejo, PMI, SAR Kanjuruhan, ORARI, RAPI, BASARTA, IEA Blitar, serta warga masyarakat dan perangkat desa setempat.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai, terutama saat musim kemarau yang kerap membuat air tampak tenang namun menyimpan potensi bahaya.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!