20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

Najib Sulhan Ulas Pentingnya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Fortasi Hari Kedua SMAM Seven

120x600
banner 468x60

Surabaya, delikjatim – 120 siswa baru mengikuti Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 7 (SMAM Seven) Surabaya. Pada hari kedua, Selasa (15/7) panitia menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo, Najib Sulhan, untuk menyampaikan materi dan motivasi tentang, “Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Menemukan Jati Diri Pelajar Muslim di Era Overthinking.”

Untuk mengawali materi, Najib Sulhan memberikan pujian kepada panitia, Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 7 telah membuat tema luar biasa. “Tema yang diangkat oleh panitia ini luar biasa.”

Selanjutnya beliau melempar sebuah pertanyaan, “Siapa yang tahu, apa yang dimaksud overthinking?” Beberapa siswa baru mencoba menjawab.

“Overthinking itu memikirkan sesuatu secara berlebihan. Jika tidak dikendalikan, maka overthinking ini menjadikan seseorang terjebak pada berfikir berulang tentang sesuatu yang tidak perlu. Akibatnya, bisa menurunkan kepercayaan diri, susah mengambil keputusan, muncul stres, juga hilangnya jati diri,” paparnya.

Najib Sulhan memberikan solusi untuk bisa mengendalikan overthinking. Beliau meyakinkan bahwa memilih di SMAM 7 ini pilihan yang tepat. “Anak-anak, kalian sekolah di SMAM Seven ini menjadi pilihan yang tepat. Selain kualitas agama juga umumnya tidak kalah,” tegasnya.

“Ada materi unggulan yang akan mengantarkan kalian sukses, yaitu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dua materi ini fokus pada nilai-nilai terhadap penguatan akhlaq atau adab. Selain itu anak-anak juga dikuatkan dengan fardhu ‘ain, yang semua itu untuk bekal kalian menggapai bahagia,” lanjutnya.

Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai kompas di era serba bebas. Dengan dua materi yang disajikan secara implementatif, maka menjadi modal untuk ke depan secara kompetitif.

Najib Sulhan menyuruh 120 siswa baru untuk menyiapkan selembar kertas. Selanjutnya mengajak para siswa untuk mengenali diri. “Tolong kertas digarisi menjadi tiga bagian. Pada bagian pertama, tulis apa yang sudah kau sukai. Pada bagian kedua, apa yang kau kuasai. Pada bagian ketiga apa yang bermanfaat,” tugas itu diikuti siswa baru.

“Selanjutnya hubungkan kesamaan yang disukai, dikuasai, dan yang memberikan manfaat. Dengan demikian kalian sudah tahu siapa sesungguhnya diri kita,” ajak Najib kepada siswa untuk mengenali diri.

Najib Sulhan mengakhiri motivasinya dengan menyampaikan lima strategi untuk membuang racun otak. Lima frasa ini menjadikan seseorang tidak bisa bergerak, apalagi untuk berkembang. Untuk itu harus dibuang.

“Cobalah hindari lima frasa berikut ini. Pertama, hindari kata ‘malu dan takut’ berbuat baik. Kedua, jangan mengatakan ‘tidak mampu’ terhadap sesuatu yang akan dikerjakan. Ketiga, hindari kata ‘tidak mungkin’. Jika punya kemauan, semua serba mungkin. Keempat, jangan mengatakan ‘sudah tahu’ saat mendengar orang memberikan penjelasan. Kelima, jangan mengatakan ‘nanti saja’ jika ada pekerjaan. Ingat, kita bisa menunda pekerjaan dengan mengatakan ‘nanti saja’ tetapi waktu tak akan menunggumu,” pungkasnya.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!