20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

Webinar Moderasi Beragama UMM: Terorisme Bukan Soal Agama, Melainkan Motif Sosial, Ekonomi, dan Ideologi

120x600
banner 468x60

Malang, Delikjatim.com – Terorisme kerap dikaitkan dengan agama, padahal faktor utamanya jauh lebih kompleks. Hal itu ditegaskan oleh Pakar Terorisme Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Gonda Yumitro, dalam Webinar Moderasi Beragama bertema “Mengurai Akar Terorisme: Perspektif Sosial, Ekonomi dan Ideologi di Balik Aksi Kekerasan” yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya pada Rabu (20/8/2025).

Menurut Prof. Gonda, agama seringkali hanya dijadikan alat justifikasi dalam setiap aksi teror. Sementara itu, motif pelaku sebenarnya sangat beragam, bahkan banyak yang tidak berhubungan langsung dengan faktor keagamaan.

“Contoh kasus salah satu mahasiswa di Malang beberapa tahun lalu yang menjadi teroris karena ingin membuktikan eksistensi dirinya. Setelah ditelusuri, hal itu dilatarbelakangi ketidakadilan dan diskriminasi dalam keluarganya,” ungkapnya.

Prof. Gonda juga menyoroti temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2022, yang menetapkan Malang sebagai salah satu zona merah radikalisme di Jawa Timur. Menurutnya, banyaknya kampus dan mahasiswa di Malang menjadikan kota ini sebagai lokasi strategis bagi jaringan terorisme dalam melakukan rekrutmen.

“Malang adalah kota wisata yang ramai dengan pendatang. Konsekuensinya, social control relatif lemah karena kehadiran orang asing dianggap hal biasa. Tidak mengherankan jika Malang kerap menjadi lokasi persembunyian sekaligus pusat perencanaan aksi teror,” jelas Prof. Gonda yang juga Kaprodi Hubungan Internasional UMM.

Sementara itu, Nafik Muthohirin, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM yang juga menjadi panelis, menambahkan bahwa fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia awalnya bergerak secara bawah tanah (underground). Namun, dinamika reformasi politik membuat isu ini semakin tampak di permukaan.

“Keberhasilan Revolusi Islam Iran turut membangkitkan aktivisme umat Islam Indonesia. Pada masa Orde Baru hingga awal reformasi, tokoh-tokoh revolusioner Iran menjadi idola baru bagi sebagian anak muda Islam,” jelas Nafik yang saat ini menempuh program doktoral di Eotvos Lorand University, Hungaria.

Webinar ini menjadi ruang dialog strategis bagi kader IMM, akademisi, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mengurai akar masalah terorisme dari berbagai perspektif. Hal ini sejalan dengan komitmen IMM Malang Raya dalam membangun kesadaran pentingnya moderasi beragama sebagai benteng terhadap radikalisme dan terorisme.

banner 336x280
Penulis: Qomar Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!