Sampang, Delikjatim.com – Seperti profesi pada umumnya, profesi guru juga pasti memiliki batas waktu. Atau kita menyebutnya dengan pensiun atau masa purna bhakti.
Seorang guru tentu akan memasuki masa purna bhakti jika memang usianya telah mencapai ketentuan tersebut. Tentu seorang murid atau juga rekan guru lainnya akan merasa sedih jika ada yang memasuki masa tersebut, terlebih jika guru itu adalah pribadi yang sangat menyenangkan.
Kisah haru di ceritakan seorang guru bernama bapak Drs. Subowono asal kelahiran kabupaten Sumenep yang di kenal ramah dan penyabar,
Banyuates, selasa (16/09/2025).
Bapak Subowono diangkat sebagai PNS di Kecamatan Banyuates Sampang terhitung mulai tanggal 1/03/1987 di SDN Larlar 1.
Tiga belas tahun pengabdian jadi guru di SDN Larlar 1 , kemudian selanjutnya di tahun dua ribu dipromosikan jadi Kepala Sekolah di SDN Planggaran Barat.
Tiga tahun berdinas di SDN Planggaran Barat kemudian balik lagi mutasi k SDN Larlar 1 sebagai Kepala Sekolah.
Enam tahun jadi Kepala Sekolah di SDN Larlar 1 , kemudian tahun dua ribu sembilan mutasi lagi k SDN Nepa 1 sebagai Kepala Sekolah.
Dan setelah sembilan tahun sebagai Kepala Sekolah di SDN Nepa 1, tepatnya bulan Desember tahun 2017 di mutasi ke kantor Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan Kecamatan Banyuates sebagai Pengawas Sekolah Dasar.
Serta terakhir tahun dua ribu dua puluh empat diberi tugas tambahan sebagai sebagai Plt Korbiddikcam Banyuates.
Pengalaman tugas organisasi tahun 2005 sebagai Ketua Ranting PGRI Tlagah dan pada 2010 Sampai dengan 2015 sebagai Ketua Cabang PGRI Kecamatan Banyuates.
Pengabdian nya sebagai PNS selama 30 (tiga puluh delapan tahun) berakhir di tahun 2025.
Seluruh Kepala sekolah beserta guru serta penagawas SD se kecamatan banyuates, mengucapkan Selamat purna tugas untuk Bapak Drs SUBOWONO teriring semoga tetap sehat, bahagia dalam lindungan Allaah Subhanahu wataala.

















