JEMBER, Delikjatim.com – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Senin (15/12/2025) siang memicu banjir di sejumlah wilayah. Luapan air dari beberapa sungai besar, seperti Sungai Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, Bedadung, dan Dinoyo, menggenangi permukiman warga dan fasilitas umum di enam kecamatan.
Berdasarkan laporan pembaruan hingga Selasa (16/12/2025) pukul 20.30 WIB, banjir berdampak pada Kecamatan Patrang, Kaliwates, Pakusari, Sumbersari, Kalisat, dan Rambipuji. Sedikitnya 14 desa dan kelurahan terdampak, antara lain Jember Lor, Jember Kidul, Patemon, Kepatihan, Tegal Besar, Kebonsari, Patrang, Sumbersari, Glagahwero, Mangli, Pakusari, Kaliwining, Rambipuji, dan Nogosari.
Dampak banjir tercatat pada sektor permukiman dan infrastruktur. Satu rumah dilaporkan rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan empat rumah rusak ringan. Selain itu, tiga jembatan mengalami kerusakan, dengan dua jembatan rusak berat dan satu jembatan rusak ringan. Dalam peristiwa ini, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 1.271 KK. Kelompok rentan yang terdata sementara meliputi 16 lansia, 10 balita, dan satu ibu hamil, sementara total jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak melakukan penanganan darurat sejak hari pertama kejadian. Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk dukungan dapur mandiri.

Petugas Posko Tagana Jember, Amyuni Nyuun, mengatakan distribusi bantuan tanggap darurat telah dilakukan sejak Senin dan berlanjut hingga Selasa. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, kasur, dan selimut yang disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
Pada Senin (15/12/2025), bantuan disalurkan ke Rambipuji, Kaliwates, Kepatihan, Kebonsari, Mangli, dan Tegal Boto. Distribusi dilanjutkan pada Selasa (16/12/2025) ke wilayah Patrang, Pakusari, Jember Lor, Glundengan, Kaliwining, Nogosari, dan Tegal Besar.
Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tagana Dinas Sosial Kabupaten Jember, Sahabat Tagana Jember, Relawan Ben Sromben, Relawan Info Warga Jember, serta Relawan Barat Daya. Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk melakukan asesmen lapangan, distribusi logistik, dan pendampingan warga.
Pemerintah Daerah Kabupaten Jember memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Jember.

















