Surabaya, delikjatim – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut atas pengembangannya yang signifikan, terutama pada amal usaha sosial.
PWM Jatim juga mengumumkan keberhasilan penggalangan dana kemanusiaan untuk bencana di Sumatera yang telah mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.
Apresiasi untuk PCM Rungkut dan Pengembangan Panti Asuhan
Ketua PWM Jatim Prof Dr dr Sukadiono MM dalam wawancaranya menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan PCM Rungkut yang menunjukkan semangat pantang menyerah sebagai kader Muhammadiyah sejati.
”Implementasi dari kader Muhammadiyah sejati, ya, begini,” ujar Sukadiono, Ahad (7/12).
“Kami dari PWM memberikan apresiasi kepada PCM Rungkut yang senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang,” imbuhnya.
PCM Rungkut, yang pada tahun 2010 masih “nothing” (belum ada apa-apa), kini telah berkembang pesat. Mereka telah memiliki Masjid Muhammadiyah Al Anwar, gedung TK, gedung MI Muhammadiyah 27, dan saat ini mengembangkan Panti Asuhan Muhammadiyah.
”Panti Asuhan Muhammadiyah PCM Rungkut ini punya kekhususan, yaitu panti asuhan khusus untuk bayi,” jelas Sukadiono.
Pengembangan terbaru yang diapresiasi adalah pembelian rumah baru untuk panti asuhan, yang merupakan tindak lanjut dari kepercayaan (trust) masyarakat yang menitipkan hartanya.
Harapannya, setelah serah terima sertifikat, rumah baru tersebut segera direnovasi dan ditata agar menjadi hunian yang nyaman bagi anak-anak panti, sekaligus menambah kapasitas panti secara kuantitas.
Respon Kemanusiaan untuk Bencana Sumatera
Menanggapi bencana yang terjadi di Sumatera, PWM Jatim melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) telah bergerak cepat.
”Kami PWM sudah membuat surat kepada Pimpinan Daerah, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah di seluruh Jawa Timur untuk memberikan donasi,” terang Sukadiono.
Hingga pagi hari ini, dana yang terkumpul melalui Lazismu PWM Jatim saja telah mencapai Rp1,1 miliar.
Sukadiono menargetkan bahwa donasi ini akan terus bertambah, dengan target minimal Rp2 miliar.
Penggalangan dana di masjid-masjid Muhammadiyah akan terus dilakukan hingga Jumat kedua mendatang.
Selain penggalangan dana, PWM Jatim juga telah mengirimkan Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Jatim yang berangkat sejak tanggal 4 Desember 2025.
Tim tersebut diberangkatkan melalui jalur udara dan jalur darat untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses kendaraan darat.
Imbauan Menghadapi Cuaca Ekstrem Jawa Timur
Terkait dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem, seperti banjir dan puting beliung (yang merujuk pada hidrometeorologi), PWM Jatim mengimbau masyarakat agar selalu waspada.
”Cuaca kini tidak bisa diprediksi. Ini agak susah,” kata Sukadiono.
Imbauan bagi warga Muhammadiyah (termasuk siswa dan mahasiswa) diantaranya:
Pertama, Waktu Liburan: Memanfaatkan waktu libur panjang untuk memilih dan memilah tempat rekreasi dengan risiko rendah terjadinya bencana (misalnya, menjauhi daerah pantai atau pegunungan yang rawan).
Kedua, Spiritual: Senantiasa berdzikir, berkontemplasi, dan meminta pertolongan Allah agar dijauhkan dari berbagai macam musibah, terutama musibah hidrometeorologi.
Sukadiono menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

















