20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

Refleksi 64 Tahun SD Mudiga Surabaya: Dirayakan Meriah, Tetap Bertahan dan Eksis di Tengah Kepungan Sekolah Negeri

120x600
banner 468x60

Surabaya, delikjatim – Mengusung tema “64 Tahun Mudiga Menginspirasi: Mewujudkan Generasi Qurani Berprestasi dan Berkemajuan”, SD Muhammadiyah 3 Surabaya (SD Mudiga) menggelar peringatan Milad ke-64 secara meriah pada Senin, 3 Agustus 2026 di halaman sekolah.

​Rangkaian acara diawali dengan Jalan Sehat yang diikuti oleh sekitar 450 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 beserta seluruh dewan guru. Acara dilanjutkan dengan pentas seni siswa yang menampilkan Tari Remo, Tari Kreasi, aksi jurus Tapak Suci, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari serta pembagian doorprize menarik.

​Kepala SD Mudiga Surabaya, M. Ali Imron, S.Ag., menegaskan bahwa seluruh hadiah yang disediakan murni dari sekolah tanpa memungut biaya kupon dari para peserta.

“Pengundian hadiah ini murni dari sekolah, tidak ada kupon berbayar sehingga tidak ada unsur mengadu keberuntungan yang merugikan. Ini semata-mata bentuk apresiasi dan kebahagiaan bersama seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Pesan Dispensasi dan Apresiasi untuk Siswa

​Mengingat padatnya kegiatan fisik sejak pagi, pihak sekolah memberikan keijakan khusus berupa dispensasi jam pulang lebih awal bagi para siswa.

“Hari ini anak-anak kita pulangkan jam 11.00 WIB, lebih cepat dari hari biasa yang biasanya pulang pukul 15.30 WIB. Setelah jalan sehat dan tampil pentas seni tentu mereka lelah, jadi ini bentuk dispensasi dan hadiah ulang tahun untuk anak-anak di Milad ke-64 SD Mudiga,” tambahnya.

Menolak Lupa Perjuangan dan Sejarah Panjang

Ali Imron menjelaskan, peringatan ini menjadi momen penting untuk merawat ingatan historis seluruh warga sekolah. Berdiri sejak tahun 1962, SD Mudiga memiliki rekam jejak perjuangan yang tidak mudah.

​Sekolah ini mengawali perjalanannya dari bangunan sederhana berdinding sesek (anyaman bambu) di kawasan WR Supratman, sebelum akhirnya berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Tambak Segaran.

“Kita ingin mengingat kembali bahwa sekolah ini punya riwayat luar biasa. Dulu bangunannya masih gedek atau sesek. Berkat perjuangan para pendahulu dan pimpinan yang terus bersinergi membangun, bahkan dengan bercucuran keringat dan air mata, Alhamdulillah SD Mudiga bisa terus berkembang kokoh hingga usia 64 tahun,” ungkapnya.

Tetap Eksis dan Berkarakter di Tengah Kepungan Sekolah Raksa

​Di usia yang sudah sangat matang, bahkan melebihi usia mayoritas guru yang mengajar saat ini, SD Mudiga terbukti mampu bertahan dan terus dipercaya oleh masyarakat. Keberhasilan ini terbilang istimewa mengingat lokasi sekolah berada di kawasan Tambaksari yang padat dan dikelilingi oleh banyak sekolah negeri berukuran besar.

“Wilayah Tambaksari ini berbeda dengan kawasan lain. Di sini kita diapit sekolah-sekolah negeri raksasa yang jaraknya sangat dekat, hanya sekitar 300 meter dan muridnya ribuan. Namun alhamdulillah, SD Mudiga tetap bertahan dan eksis dengan 450 siswa. Ini membuktikan bahwa fondasi pendidikan agama dan karakter yang kami tawarkan menjadi alasan utama para orang tua mempercayakan putranya di sini,” jelasnya.

​Melalui kegiatan jalan sehat dan gebyar Milad ini, pihak sekolah juga ingin menunjukkan eksistensi serta potensi peserta didik kepada masyarakat luas.

“Harapan kami, masyarakat umum semakin tahu bahwa SD Mudiga yang usianya sudah tua ini tetap hidup, segar, dan berprestasi. Ketika anak-anak berjejer di jalan saat jalan sehat, masyarakat bisa melihat betapa meriah dan besarnya potensi sekolah ini,” pungkasnya. (Yuda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!