SAMPANG, DelikJatim.com – Pernyataan Bupati Sampang yang menjamin hasil PBB-P2 akan dikembalikan utuh untuk pembangunan sarana prasarana, langsung disambut celetukan pedas warga di bawah.
“Hasil dari pembayaran PBB-P2 tersebut dipastikan akan dikembalikan secara utuh kepada masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” ucap Bupati, Kamis (14/10).
Tapi bagi warga, kalimat “sarana memadai” itu terasa jauh panggang dari api.
Faktanya, di banyak desa di 14 kecamatan, jalan poros, jalan tani, hingga jalan gang masih soro swadaya. Artinya, dibangun pakai uang patungan warga sendiri. Semen urunan, pasir urunan, tenaga pun gotong royong.
“Bupati ngomong pajak untuk sarana memadai, tapi coba lihat ke kampung kami. Tadek buktinya! Jalan hancur, yang ngebangun tetap warga sendiri. Soro swadaya terus dari dulu,” celetuk Mat warga Banyuates dengan logat Madura kental.
Warga menilai pemerintah hanya pintar nagih, tapi lambat dalam membuktikan.
“Mon ngomong pajak ghampangan, tapi mon urusan jalan tolong tengguk dulu. Kami taat bayar, tapi mana hak kami? Jangan cuma janji-janji, rakyat butuh bukti, bukan cerita,” tambah warga lain.
Kini masyarakat hanya bisa berharap, janji pengembalian pajak utuh itu bukan sekadar kata-kata manis di atas podium, tapi benar-benar turun menjadi jalan cor, aspal, dan jembatan yang layak di kampung mereka.















