Surabaya, Delikjatim.com – Sosialisasi Program sinergi Majelis Kesehatan dengan Majelis Kesejahteraan Sosial PW Aisyiyah Jawa Timur dilakukan secara Virtual.
Dwi Hasna salah satu anggota saat dikonfirmasi Senin (23/11/2020), acara yang digelar mulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka oleh Dwi Hasna anggota Pimpinan Wilayah Aisyiyah Majelis Kesejahteraan Sosial (PW Aisyiyah MKS), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an QS Al Baqoroh ayat 148 dan QS An Nahl ayat 97 oleh Hj Muawanah (PW Aisyiyah MKS) dihadiri oleh 100 peserta dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Majelis Kesejahteraan Sosial seJatim.
Anak -anak yang ditempatkan di pengasuhan luar keluarga seperti di Panti Asuhan, atau yg di lembaga asuhan lainnya, berada dalam situasi yang membuat anak lebih rentan terpapar pada berbagai resiko, di masa Pandemi Covid 19. Hal ini yang harus diperhatikan oleh Pimpinan Aisyiyah sebagai penanggung jawab penyelenggara dan pengelola Panti Asuhan Aisyiyah di Jawa Timur.
Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PW Aisyiyah Jatim Budiyati, M. Pd menuturkan, ada banyak efek domino yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 pada anak-anak. Pasalnya situasi saat ini kebiasaan baru harus dijalani. Semua aktifitas dari mulai belajar secara daring serta kebiasaan berinteraksi dengan HP, Laptop dan media elektronik lainnya lebih lama.
“Pola kebiasaan baru juga harus dilakukan pengelola Panti Asuhan Aisyiyah menyediakan fasilitas cuci tangan, masker hingga pengaturan jaga jarak ketika kegiatan berlangsung, untuk melindungi anak-anak asuh di panti, selama pandemi ini tren kekerasan anak, eksploitasi, pornografi dan kekerasan seksual di ruang-ruang digital masih berpotensi terjadi. Persoalan penting lainnya pemenuhan Gizi, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendidikan Kespro dan penerapan protokol kesehatan masa Covid 19 di Panti Asuhan menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan sinergi Majelis Kesejahteraan Sosial dan Majelis Kesehatan Aisyiyah se Jatim”, ungkap Budiyati.
Ketua Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Jatim dr Sophiati Sutjahjani MKes menjelaskan, kunci promosi kesehatan adalah masyarakat belajar menolong dirinya dan mengembangkan kegiatan yang bersumber daya dari masyarakat dan diharapkan akan mampu melakukan pola hidup bersih dan sehat.
“Strategi yang harus dilakukan pemberdayaan individu, keluarga, masyarakat dan melakukan Advokasi serta bersinergi dengan lintas bidang per majelis di Aisyiyah, sebab pelaksanaannya akan efektif ketika dilakukan secara kolektif”, ucap Sophiati.
Wakil ketua membidangi Majelis Kesejahteraan Sosial – Majelis Kesehatan Dra Noer Haidah menegaskan MKS-MKes memiliki tanggung jawab dan kewenangan mengelola program sesuai bidang garapnya, dalam pelaksanaan pengelolaan program ada bersinggungan dengan program dan kegiatan majelis, lembaga lain, maka diperlukan integrasi program sinergi antara MKS – MKes untuk saling kerjasama tidak lagi sekedar sama-sama kerja di tingkat organisasi, lembaga dan Amal Usaha Aisyiyah.
Diakhir kegiatan Dr Nur Mukarromah S KM dari Majelis Kesehatan sebagai moderator menjelaskan pimpinan Daerah Aisyiyah MKS – MKes untuk segera berkoordinasi membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) https://forms.gle/X5Hy87sboQrAnubS8 sebagai langkah konkrit sinergi MKS – MKes.
(Yuda)
Editor : Redaksi

















