20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Dinsos Jatim Selenggarakan Sarasehan & Dialog Pelopor Perdamaian

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Dinsos Provinsi Jatim selenggarakan sarasehan dan dialog tenaga Pelopor Perdamaian di gedung A kantor Dinsos jatim pada, Selasa (15/12/2020).

Kadinsos Provinsi Jatim, Dr Alwi MHum menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki makna yang strategis, karena dampak pandemi Covid-19 bisa mengarah pada terjadinya konflik sosial.

Dia melanjutkan, saat ini juga tampak gejala-gejala kesenjangan kesejahteraan sosial yang dapat memicu terjadinya disharmoni antar warga ataupun warga dengan pengambil kebijakan.

“Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, menhindari jatuhnya korban, dan mencegah masalah yang sama terulang kembali, maka penanganan konflik sosial perlu dikembangkan terus menerus,” ujar Alwi dalam acara yang dilaksanakan di aula kantor Dinsos Jatim Jl Gayung Kebonsari nomor 56 B Surabaya ini.

Menurut Alwi, penanganan konflik sosial tidak hanya diarahkan kepada arus hilir berupa rekonstruksi sosial atas bencana yang ditimbulkan, tetapi juga meliputi arus hulu berupa upaya pencegahan dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan tenaga Pelopor Perdamaian.

Orang nomor satu di lingkungan Dinsos Jatim ini melanjutkan, berdasarkan hasil kajian pemetaan daerah rawan bencana sosial di 21 kabupaten/kota yang dilakukan Dinsos Jatim dan tim ahli dari perguruan tinggi disimpulkan bahwa konflik sosial sebagian besar memiliki dimensi ekonomi dan dimensi politik.

“Kami berharap adanya komitmen kuat untuk merencanakan kegiatan perlindungan sosial korban bencana sosial (PSKBS) di tingkat kabupaten/kota dan adanya rekomendasi untuk mereposisi dan merevitalisasi Pelopor Perdamaian sebagai tenaga sukarelawan penyangga ketika terjadi bencana sosial,” harapnya.
               
Sementara, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Jatim, Ir Moehammad Anas MM menambahkan, kegiatan yang dihadiri 50 orang Pelopor Perdamaian dari 38 kabupaten/kota bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga Pelopor Perdamaian dalam penanganan konflik sosial dan meningkatkan intensitas koordinasi dalam penanganan korban bencana sosial.

“Saat ini jumlah Pelopor Perdamaian di Jatim sebanyak 120 orang. Mereka berperan dalam mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi konflik sosial,” pungkasnya. (Syaiful)

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!