20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Kendangsari Surabaya  Ada Tempat Daur Ulang Sampah Jadi Barang Bernilai Tinggi, Cek Infonya

120x600
banner 468x60

Surabaya, DelikJatim.com – Untuk mendukung Gerakan pemerintah kota Surabaya dalam program Go green dan mengurangi limbah sampah.

Kreatifitas anak muda mudi Surabaya dalam meminimalisir sampah, Patut di apresiasi dengan baik & bisa kita jadikan contoh.

Ternyata Tak selama nya Sampah menjadi sumber masalah, Apalagi di kota besar seperti Kora Surabaya, dimana kian tahun sampahnya kian luar biasa.

Di tangan orang orang trampil, tenyata sampah mampu di sulap menjadi barang-barang yang berguna & menghasilkan karya seni yang luar biasa.

Seperti yang di lakukan Komunitas Muda- mudi Surabaya ( KMS ) yang mengajarkan cara bertanam di lahan yang sempit, ternyata juga Mampu merubah limbah menjadi pundi- pundi Rupiah .

Zubaib Ketua dari Komunitas KMS yang juga angota aktif Dari Linmas Surabaya saat di temui Joko awak Media DelikJatim di Basecamp KMS jalan Kendangsari gang Lebar no 56 Surabaya mengatakan,

“Selain kita mencanangkan program tanam untuk ketahanan pagan, kita juga mengubah sampah menjadi barang yang berharga & mempunyai nilai jual”. Kata Zubaib, Minggu (03/01/21) pukul 13.00 wib.

Zubaib juga menambahkan,”Seperti halnya pot bunga dan asbak ini terbuat dari bahan popok bekas, Jelantah bekas ini nanti juga akan kita sulap menjadi Sabun, vas bunga dan sendal bayi”. Imbuhnya.

“Popok bekas ini bisa kita jadikan Asbak & hiasan dinding dan satu lagi, ember bekas ini bisa untuk budidaya Lele yang bisa kita tanami sayur kangkung di atas nya,”. Tuturnya. (sambil menunjukkan hasiel karyanya dan minyak jlantah bekas yang belum di olah).

Zubaib juga menunjukkan Paralon bekas 5 dim yang akan dirubahnya menjadi media tanam ferty yang elegan praktis dan tak makan tempat bagi yang tidak mempunyai lahan yang memadai.

“Paralon berdiameter 5 dim ini bisa menjadi 28 lubang, media tanam setara dengan media tanam 1 meter persegi”. Imbuh bapak 2 anak sampil menunjukan karyanya .

Menurut Zubaib, Program Tanam dan daur ulang ini ternyata sudah 2 tahun di jalaninya.

“Banyak pemuda pemudi yang datang kesini untuk belajar bertanam dan belajar mendaur ulang mas, Seperti halnya kursi yang kita duduki ini, bahannya dari kaleng bekas cat mas”. Pungkas Zubaib.(Joko)

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!