Surabaya, Delikjatim.com – Pandemi Covid-19 masih tetap mewabah di Indonesia, salah satu tempat yang rentan dengan penyebarannya adalah pasar tradisional.
Dimana rutinitas pedagang dan konsumen yang selalu berkerumun dalam menjajakan dagangan maupun memilih-milih belanjaan untuk kebutuhan sehari-hari para konsumen juga transaksi memberikan uang secara langsung antara pedagang dan pembeli.
Dengan kekhawatiran tersebut IKAPPI JATIM (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia DPW Jawa Timur) melakukan kegiatan Sosialisasi 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) dan berbagi masker di pasar-pasar tradisional di wilayah Surabaya juga menghimbau kepada para pedagang agar menggunakan sarung tangan atau menyiapkan Handsanitizer dilapak masing-masing.
Ada ribuan pasar di Jawa Timur dan kurang lebih 95 Pasar yang berada di Surabaya, dan itu bukan pekerjaan yang mudah bagi kami selaku IKAPPI dalam melakukan pendekatan dan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada para pedagang terkait pandemi Covid-19.
IKAPPI dan teman-teman pedagang tidak bisa melakukannya secara sendiri, tetapi kami juga butuh peran penting dari pemerintah daerah, Organisasi Masyarakat, Organisasi Keagamaan serta Organisasi Sosial untuk bersama-sama mengingatkan para pedagang pasar dan pengunjung tentang pentingnya 3M.
Contohnya, yaitu mendorong pengelola pasar untuk menyiapkan penyemprotan desinfektan secara berkala. Dan jika diabaikan maka rantai distribusi pangan akan terganggu dan dampak sosial dapat terjadi, jadi marilah kita bekerjasama secara kolosal. Kami (IKAPPI) akan terus berusaha melakukan komunikasi dengan pemda setempat untuk mengupayakan protocol Kesehatan yang efektif dipasar tradisional, khususnya di Surabaya.
Kegiatan ini diawali dari Pasar Pagesangan dimana bertepatan dengan area yang menjadi Basecamp dari Pengurus IKAPPI Daerah Surabaya, Rabu (24/02/21).
Dari prokes yang kami rekomendasikan ke seluruh pengurus pasar, salah satunya Pasar Pagesangan ini, guna memastikan dan mendorong pengelola pasar untuk memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan masker karena ini hal yang paling penting walaupun tampak sederhana untuk dilakukan para pedagang pasar, pengunjung dan seluruh elemen yang ada didalam pasar.
Selanjutnya adalah memastikan pengelola pasar guna menyiapkan tirai plastic agar ada Batasan antara pedagang dan pembeli karena dipasar psti terdapat interaksi tawar menawar secara langsung, berikutnya kami juga memberikan arahan kepada pengelola pasar untuk menyiapkan petugas pasar guna mengingatkan para pedagang dan pengunjung untuk selalu memakai masker dengan baik dan benar sesuai standar protokol Kesehatan yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan ini Pengurus IKAPPI mendapati cukup banyak pedagang yang terdampak Pandemi Covid-19.
Salah satunya adalah Ibu Sulastri pedagang ayam potong
“Perbedaannya jauh mas, pas gak ada covid saya bisa jual 40-50 ekor ayam, sekarang udah hampir setahun jual 20 ekor aja susah. Pokoknya ancor pesena ajem, ancoooor tak ontong sekale” ungkap Bu Maryati dengan rasa kesal.
Tak hanya Bu Sulastrii, masih banyak pedagang-pedagang yang mengeluhkan hasil dagangannya, dan dengan kegiatan ini IKAPPI berharap dapat membantu para pedagang tetap bersemangat melawan
dan memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu kawan-kawan IKAPPI juga memberikan pelayanan bagi para pedagang diantaranya sebagai jembatan Bantuan Sosial hingga Bantuan Hukum apabila nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pedagang.
Meski organisasi ini tergolong baru di Surabaya namun IKAPPI diterima sangat baik oleh para pedagang dan pengunjung, karena memang selama ini belum ada kegiatan semacam ini yang masuk ke
pasar-pasar tradisional.
Selain memperkenalkan diri serta bersosialisasi Pentingnya 3M, IKAPPI juga berikhrar membela pedagang pasar atas diberlakukannya PPKM Mikro tanpa Solusi dari Pemerintah.
Selain itu juga telah mendata ada beberapa lonjakan harga terhadap komoditi pangan yang dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat menjelang bulan suci Ramadhan mendatang.
“Kami akan berusaha berada di garda terdepan untuk para pedagang pasar di seluruh Jawa Timur, selalu memperhatikan apa saja keluhan mereka dan apa saja yang mereka butuhkan, kami selalu memperjuangkan hak-hak para pedagang
berdasarkan Pancasila dan UUD 45. baik bantuan sosial maupun bantuan hukum, serta kami selalu menghimbau kepada masyaratak untuk selama masa pandemi ini tetap belanja ke pasar tradisional dengan memperhatikan protokol kesehatan” Pungkas Agus Susilo – Ketua DPW IKAPPI Jawa Timur.
“Dan di pasar Pagesangan ini kami mulai perkenalan dan pergerakan kami” imbuhnya.
Tak hanya masa pandemic, curah hujan juga sangat berpengaruh terhadap produktifitas pertanian, itu mengakibatkan komoditi harga pangan saat ini mengalami ke-tidak stabil-an.
Dikutip dari Kementrian Pertanian bahwasanya Kementrian sedang melakukan pengendalian gejolak pasokan dan harga hasil pertanian salah satunya cabai yang terjadi beberapa hari terakhir.
Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kondisi puncak musim hujan dan iklaim yang basah terhadap kegiatan pertanian yang
telah disusun hingga 5 (lima) bulan kedepan menunjukkan penurunan surklus pada bulan februari namun akan Kembali meningkat diakhir maret mendatang.
Selanjutnya diprediksi akan terjadi panen raya saat memasuki bulan April sampai juli mendatang, dari beberapa harga komuditas pangan memang lagi turun, sebut saja cabai dan bawang merah.
Menurut PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) harga cabai sejak awal bulan 2021 sampai saat ini mencapai 97.000/kg jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementrian Perdagangan yaitu sebesar 35.000/kg begitu pula harga bawang merah yang mencapai 42.000/kg sementara HET-nya 32.000/kg.
Tak hanya bersosialisasi mengenai peran penting 3M, IKAPPI Jatim juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) dimana menurut beberapa laporan masyarakat, pasar tradisional juga menjadi tempat yang cukup aman dalam peredaran gelap narkoba.
Karena perlu diketahui, bahwa saat ini, peredaran gelap narkoba sudah merambah kemana – mana. Tidak melihat usia, status sosial, jenis kelamin dan tempat.
Siapa saja dan dimana saja sangat memungkinkan untuk terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. IKAPPI dan BNNP Jatim dalam kegiatan ini, memberikan sosialisasi dan menghimbau terhadap pedagang agar menghindarkan keluarganya terutama anak-anak nya untuk tidak mengenal bahkan mengkonsumsi narkoba.
“Masalah narkoba itu merupakan permasalahan negara dan bangsa. Jadi bukan hanya menjadi tanggung jawab dari BNN maupun kepolisian. Tetapi merupakan tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat “ ungkap Satriyono Sub Koordinator Pencegahan BNNP Jatim.
Dia juga menyampaikan, bahwa jangan dikira masa pandemi seperti saat ini, peredaran maupun penyalahgunaan menurun. Terbukti beberapa kali pihak kepolisian dan BNN berhasil mengungkap tindak kriminalitas narkoba dengan barang bukti ratusan kilogram sabu.
“Sebetulnya tidak hanya bagaimana dan seberapa banyak kita bisa mengungkap jaringan kriminalitas narkoba. Tetapi yang paling penting adalah kesadaran masyarakat akan bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba, sehingga masyarakat tidak lagi mau menyalahgunakan narkoba” tandasnya.
Dari kegiatan ini IKAPPI bersama BNNP Jatim juga didampingi Polsek Jambangan, YONMARHANLAN V Surabaya, LPMK, Satgas Covid Kecamatan Pagesangan berharap agar para pedagang pasar merasa lebih diperhatikan baik kesejahteraan, pengetahuan tentang bahaya narkoba hingga rasa aman karena telah menemukan wadah untuk menyalurkan keluh kesahnya.(Embung)
Editor : Redaksi

















