20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Yayasan Wira Daksa Utama Berdayakan Ratusan Disabilitas Magetan

120x600
banner 468x60

Magetan, Delikjatim.com – Disabilitas bukanlah batas. Hal ini dibuktikan Sri Gunarsih, disabilitas daksa asal Magetan yang berprofesi sebagai guru dan mendirikan yayasan yang memberdayakan 150 disabilitas di Kab. Magetan.

Melalui yayasan Wira Daksa Utama yang didirikan pada tahun 2018, Sri merangkul para disabilitas, mewadahi, dan mendorong mereka untuk berkarya.

Ditemui di sekretariat yayasan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kawedanan, Kab. Magetan, Sri menceritakan awal mula pendirian yayasan tersebut.

Dia mengatakan, hal ini berawal dari keinginannya untuk memberdayakan teman-temannya sesama penyandang disabilitas.

Sebelumnya, Sri dan suami, Samidi, aktif menjadi pengurus National Paralympic Committee (NPC) atau Komite Paralimpiade Nasional Indonesia Kab. Magetan, organisasi pembina atlet penyandang disabilitas.

“Akan tetapi, organisasi ini tidak bisa memberdayakan semua teman-teman disabilitas karena hanya menangani kegiatan olahraga saja,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Akhirnya, bersama suami yang memiliki visi yang sama, Sri memberanikan diri untuk mendirikan yayasan Wira Daksa Utama. Saat ini dia menjabat sebagai ketua yayasan, sementara suaminya menjabat sebagai pengawas yayasan.

Alumni UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan ini kemudian tahun 2000 ini menjelaskan alasan di balik penamaan yayasan tersebut.

Menurutnya, nama yayasan sengaja tidak menyertakan kata ‘disabilitas’ karena ingin setara dengan lainnya atau inklusi. Sebagai ciri khas, dipilihlah istilah daksa.

“Meskipun kami memiliki cacat tubuh daksa, tapi semangat kami seperti seorang perwira. Seperti itu makna nama yayasan kami,” tutur Sri.

Memasuki tahun kedua, Sri aktif menjalin hubungan baik dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kab. Magetan. Antara lain, Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan, Dinas Koperasi dan UMKM, Bakesbangpol, dan Dinas Tenaga Kerja.

Kerja sama dengan OPD dilaksanakan dalam bentuk program, pelatihan keterampilan, pemberian bantuan, dan sebagainya.

“Bahkan, bapak Bupati Magetan hadir dalam perayaan hari ulang tahun yayasan yang kedua pada awal tahun 2020 lalu,” ujar perempuan yang tahun ini genap berusia 40 tahun.

Yayasan Wira Daksa Utama juga bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk kegiatan mengaji dan kegiatan lain. Selain itu, yayasan juga memiliki hubungan baik dengan Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) untuk publikasi kegiatan yayasan.

“Kalau sesama disabilitas yang merangkul mereka, maka akan lebih mudah,” kata Sri yang sehari-hari mengajar di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Kedung Panji Kec. Lembeyan, Magetan.

Sri menerangkan, yayasan memiliki berbagai kegiatan untuk para anggota. Antara lain, arisan setiap bulan, mengaji seminggu sekali untuk para anggota yang belum bisa mengaji, dan berbagai pelatihan.

“Kami pernah mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan dinas. Nanti tanggal 20 dan 27 Maret ini ada pelatihan batik ecoprint dari dinas,” ucapnya.

Dari berbagai pelatihan yang diikuti, para anggota bisa membuat tas anyaman, keripik, handycraft, kopi, dan lain-lain.

“Lebih dari 50 persen anggota kami menjalankan usaha jahit. Ada juga yang budidaya cacing dan jadi pegawai mebel,” lanjut ibu dari Ahlan Zulvikri ini.

Salah satu anggota yayasan yang sukses menjalankan usaha budidaya cacing, yakni Muhammad Ihsan Fathoni.

Ihsan mengatakan, setelah bergabung dalam yayasan Wira Daksa Utama, dia merasakan dampak positif. Dirinya kini memiliki lebih banyak teman dan bisa berbagi dengan rekan-rekan sesama disabilitas.

“Saya pernah tawarkan ke teman-teman anggota untuk jadi mitra, modal dan pemasarannya dari saya. Tapi, belum ada yang nyantol. Mungkin masih sibuk dengan aktivitas masing-masing,” ungkap Ihsan yang memulai usaha budidaya cacing sejak tahun 2012. (Syaiful)

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!