Jember, Delikjatim.com – Gempa Bumi Tektonik berkekuatan M 5.1 SR mengguncang sejumlah wilayah Kabupaten Jember Jawa Timur pada pukul 06:01:33 Wib, pada posisi Lintang : 8.55 LS Bujur : 113.49 BT dengan Kedalaman 10 Km pada Kamis, 16 Desember 2021.
Akibat gempa tersebut, sejumlah rumah di beberapa kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Jember mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sedang hingga berat.
Mengetahui peristiwa ini, bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) PSKBA Dinas Sosial Kabupaten Jember, melalui satuan tugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan sigap dan tanggap melakukan penyisiran ke lokasi kejadian, guna mendata kaji cepat dan assesment dampak kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Muhammad Nur Kholis menyatakan, hingga saat ini dari hasil assesment awal dan kaji cepat tagana didapati adanya kerusakan beberapa bangunan di wilayah selatan Jember.
Kholis (sapaan koordinator Tagana Jember) membeberkan lokasi terdampak tersebut, diantarnya di Kecamatan Ambulu Desa Ambulu, rumah warga yang dihuni 1 KK mengalami rusak ringan, Desa Sumberejo 2 KK rusak ringan dan Sedang, kemudian salah satu Pondok Pesantren juga mengalami rusak ringan, Desa Andongsari 1 KK rusak sedang dan di Desa Sabrang rumah 1 KK dinyataka rusak berat.
Wilayah kecamatan lainnya yang terdampak adalah Kecamatan Tempurejo, Kecamatan Silo, Kecamatan Puger dan kecamatan Wuluhan. Dngan rata-rata tingkat kerusakan ringan dan sedang.

“Pada tiap Kecamatan itu yang mengalami kerusakan antara satu hingga dua Desa, dan tiap desanya hanya satu dua rumah yang mengalami kerusakan,” kata Kholis.
Data total sementara kerusakan akibat gempa tersebut yaitu ; Rusak ringan 8 KK (Ponpes), rusak sedang 4 KK dan rusak berat 1 KK.
“Kami masih terus melakukan pendataan di lapangan, perkembangan data terkini secara kontinyu akan kami laporkan,” tegas koordinator tagana Jember tersebut.
Sembari melakukan pendataan, Kholis bersama rekan-rekannya juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Dikatakan Kholis, hal itu ia lakukan untuk memutus rasa panik yang berdampak tidak baik bagi masyarakat itu sendiri.
“Kami juga menghimbau agar sementara waktu, agar menghindari bangunan yang retak atau rusak, kami juga sarankan agar sebaiknya berada di luar rumah dulu, sebagai upaya antisipasi gempa susulan,” ucapnya.
Ending wawancaranya Kholis menyampaikan, Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah, tutupnya.
Tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut, sementara kerugian yang ditimbulkan masih dalam proses pendataan. (Syaiful).
Editor : Redaksi

















