Banyuwangi, Delikjatim.com – Setelah meraih sukses gemilang, hari ini Rabu (02/02/2022) Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi melalui Pilar Sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana) kembali merilis kegiatan TMS (Tagana Masuk Sekolah) yang ke sekian kalinya.
Menjadi sempurnanya pelaksanaan TMS tersebut, karena bersamaan dengan kegiatan kunjungan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang bertajuk “Kunjungan Bunga Desa” di SMPN 3 Genteng Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.
TMS yang diikuti Peserta sejumlah 40 orang perwakilan dari 20 Sekolah SMP sekecamatan Genteng ini, menerjunkan pemateri dari dua unsur pilar sosial, yakni Tagana dan Pelopor Perdamian (Pordam) Kabupaten Banyuwangi.
Dedy Utomo Koordinator Tagana Banyuwangi mengatakan, materi yang disampaikan berkenaan dengan Pengurangan Resiko Bencana dan Pengenalan Jenis Bencana Alam dan Bencana Sosial.
“Selain penyampaian materi yang bersifat teoritis, peserta juga mendapat suguhan materi praktikum seperti simulasi out door bencana gempa, Tas Siaga Bencana, dan ice breaking” tutur Dedy .
Orang nomer satu di tagana Banyuwangi ini menambahkan, bahwa istimewahnya pagelaran kegiatan TMS hari ini karena dihadiri oleh Bupati Ipuk, di dampingi pihak Dinsos PP dan KB, Kabid linjamsos, H. Abdul syahid .
Pada kesempatan itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menuturkan ucapan terima kasih atas di laksanakannya tagana masuk sekolah (TMS) oleh tagana kabupaten Banyuwangi tersebut.
“Beliau berharap agar ilmu yang di perolehnya dapat menjadi bekal siswa untuk sadar bencana, serta turut aktif menjaga alam dan merawatnya” ungkap Dedy .
Dikatakan Dedy, pada akhir sambutannya Bupati Ipuk berharap, ilmu yang ditularkan oleh pemateri diharapkan jadi bekal pengabdian bagi seluruh peserta, sebagaimana tagana yang sigap tanggap cepat dan bertanggungjawab dalam menunaikan pengabdian sosialnya.
Dari konteks pemateri berbeda, kegiatan diatas juga didukung oleh pemateri dari unsur relawan lainnya yaitu Pelopor Perdamaian yang biasa disebut Pordam.
Gatut Eko Prasetiyo, anggota Pordam Kabupaten Banyuwangi membenarkan bahwa pihaknya terlibat langsung dalam kegiatan TMS tersebut.
“Siap betul Mas, jadi kami Pordam Kabupaten Banyuwangi turut mendukung kegiatan tersebut sebagai pemateri dan pendampingan kegiatan lapangan seperti out bound (out door)” terang Gatut .
Sinergitas harmonis ini menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan TMS itu sendiri.
Berkaitan dengan hal itu, pemateri perwakilan Pordam sutrisno Edy menyuguhkan materi berkenaan dengan macam-macam kebencanaan, baik bencana alam ataupun non alam (bencana Sosial).
Gatut dalam konfirmasinya menambahkan, materi lain yang disampaikan pemateri Sutrisno adalah soal kenakalan remaja yang kerap berwujud pertikaian antar Sekolah.
“Selanjutnya Sutrisno pun menyampaikan berkenaan dengan perundungan (bullying) dan mirasantika” tandasnya.

















