20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Polda Jatim Gelar Operasi Semeru 2022, Sisir 8 Pelanggar Lalu Lintas

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Operasi keselamatan semeru digelar tanggal 1-22 maret 2022 oleh polda jatim dengan penerapann akan berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini Polda Jatim lebih melakukan kegiatan preemtif, preventif dan represif kepada pengguna jalan yang melanggar lalu-lintas dan untuk tindakan represif akan dilakukan melalui sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Hal ini disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman mengatakan,”pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalulintas dan tata cara penegakan protokol kesehatan.ucapnya dihadapan awak media.

“Giat operasi keselamatan semeru 2022 untuk mengawali dalam menyambut lebaran nanti, dalam operasi keselamatan tahun 2022 di seluruh Indonesia,” ujar Dirlantas Polda Jatim.

Masih kata perwira tiga melati dipundak,”giat operasi akan dilakukan selama 14 hari di seluruh Indonesia juga 14 hari dan kegiatan yang kita lakukan adalah preemtif, preventif juga represif. Ini akan kita lakukan sosialisasi masalah bagaimana tertib lalu lintas, bagaimana cara penegakan protokol kesehatan,” tuturnya.

Namun demikian tambah Dirlantas Polda Jatim,” pihaknya tetap akan melakukan penindakan represif di wilayah hukum jawa timur dan ada 8 sasaran prioritas. Ini semua akan kita lakukan penindakan secara elektronik. Jadi tidak manual lagi,”.

Lanjut Dirlantas polda jatim menerangkan, “selama dilakukan operasi keselmatan semeru 2022 ada 8 sasaran prioritas dalam pelanggaran tersebut diantaranya:

  1. Pengemudi di bawah umur
  2. Pengaruh Alkohol
  3. Tidak menggunakan Helm
  4. Tidak menggunakan Sabuk Pengaman
  5. Bermain Ponsel atau HP Saat Berkendara
  6. Melebihi Batas Kecepatan
  7. Melawan Arus Lalu lintas
  8. Odol (Over Dimensi dan Over Loading).paparnya.

“Dari 8 ini, alhamdulillah alat yang kami miliki E-TLE mobil ini sudah mampu melakukan penindakan,” tukas Dirlantas Polda Jatim.

Diharapkan pada kegiatan operasi keselematan nantinya anggota tidak melakukan kegiatan represif, tetapi betul – betul kegiatan preemtif untuk pencegahan kecelakaan maupun penegakan protokol kesehatan.

Kombes Pol Latif mengatakan, walaupun nantinya ada anggota dilapangan melakukan operasi, mereka tidak melakukan penilangan, melainkan memberi imbauan, pengertian, edukasi, dan penegakan protokol kesehatan.

Dijelaskan oleh Dirlantas Polda Jatim, Represif yang dilakukan adalah elektronik semuanya.

“Ya misalnya ada pelanggaran yang ada operasi di jalan dan tidak punya helm,Ya sudah biarin saja, tetap kita ingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan helm dan berhati-hati. Tapi kami tidak menilang. Silakan mereka0 berlanjut. Tapi nanti enggak tahu di mana ada E-TLE mobile yang beroperasional. Pasti akan kena. Gitu. Artinya bukan petugasnya yang menilang,” pungkasnya. (DW).

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!