TANJUNG PERAK, Delikjatim.com – Akselerasi program ketahanan pangan nasional terus diperkuat oleh jajaran Kepolisian. Kali ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Polsek Kenjeran menunjukkan komitmennya dengan menggandeng dunia akademisi untuk meningkatkan kualitas hasil tani di wilayah Surabaya Utara.
Bertempat di lahan ketahanan pangan milik Pemkot Surabaya yang berlokasi di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Polsek Kenjeran berkolaborasi dengan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya, serta Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur.
Kolaborasi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi penelitian mendalam. Para mahasiswa melakukan observasi komprehensif terhadap siklus pertumbuhan tanaman jagung, mulai dari fase penanaman hingga masa panen.
Fokus utamanya adalah mengidentifikasi potensi hama dan mencari solusi saintifik agar hasil panen Poktan “Nandur Makmur” memiliki kualitas premium dan berdaya saing tinggi.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, turun langsung mendampingi para mahasiswa di lapangan.
Dengan penuh semangat, ia mengajak para mahasiswa berkeliling menyusuri area hijau tersebut sembari memperkenalkan berbagai komoditas yang sedang dikembangkan.
“Kami ingin lahan ini menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa. Di sini, mahasiswa bisa mempraktikkan ilmu mereka, petani mendapatkan wawasan baru, dan hasilnya nanti bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kompol Yuyus.
Selain tanaman jagung yang menjadi primadona, Kompol Yuyus juga memperkenalkan komoditas unggulan lainnya, seperti Pisang Cavendish, yang tumbuh subur di area yang sama.
“Selain tanaman jagung yang beberapa kali sudah panen raya, kami juga membudidayakan Pisang Cavendish yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung guyub ini diakhiri dengan diskusi hangat di Posko Ketahanan Pangan Polsek Kenjeran. Di sana, petugas Polsek Kenjeran, penyuluh pertanian, petani lokal, dan mahasiswa bertukar pikiran mengenai inovasi teknologi pertanian yang bisa diterapkan di lahan tersebut.
“Sinergi antara aparat, petani, dan akademisi adalah kunci. Kami berharap penelitian dari adik-adik mahasiswa UPN ini dapat memberikan rekomendasi bagi kelompok tani kami, sehingga target ketahanan pangan bukan hanya soal kuantitas, tapi juga kualitas hasil yang benar-benar bagus,” tambah Kompol Yuyus.
Langkah inovatif Polsek Kenjeran ini diharapkan menjadi pilot project bagi pemanfaatan lahan perkotaan yang terintegrasi dengan riset ilmiah guna mendukung kedaulatan pangan di Kota Surabaya. (*)

















