Surabaya, Delikjatim.com – Sebagai upaya memunculkan generasi muda sebagai pemakmur masjid, diperlukan pengkaderan sejak dini. Remaja masjid era milenial yang serba cakap dalam menggunakan teknologi sudah seharusnya dioptimalkan potensinya untuk ikut memakmurkan masjid. Salah satunya ikut aktif menjadi remaja masjid kemudian membuatkan akun sosmed (facebook, youtube, instagram) untuk membantu mensyiarkan kegiatan masjid berbasis digital.
Hal itulah yang mengilhami Masjid At-Taqwa Simorejo Surabaya untuk memunculkan para remaja sebagai pemakmur masjid dengan melakukan sinergi kepada Masjid At-Taqwa Bangunsari, yaitu dengan mengundang salah satu kader remaja masjid tersebut untuk menjadi imam sholat tarawih, Jum’at (08/04/2022).
Wakil ketua I Takmir Masjid At-Taqwa Simorejo Surabaya, M. Jahja Sholahudin, S.Pd menjelaskan pihaknya mengundang salah satu imam muda Masjid At-Taqwa Bangunsari Rayhan Mahardika yang masih duduk dikelas 11 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid At-Taqwa Simorejo Surabaya.

Adapun fungsi utama remaja masjid yaitu memakmurkan masjid, kaderisasi ummat, dakwah dan sosial. Oleh karena itu, agar remaja milenial memiliki cinta terhadap masjid caranya adalah: Pertama, dengan mengajak mereka turut serta aktif berjamaah di masjid.
Kedua, generasi milenial sangat penting sebagai tulang punggung serta harapan besar dalam proses pemakmuran masjid masa kini dan mendatang. Generasi milenial bisa belajar mengobservasi program kemasjidan yang dirancang oleh takmir sebagai bagian dari memakmurkan masjid. Untuk selanjutnya, mencoba menjadi bagian dari pelaksana program pemakmuran masjid, hingga pada masa mendatang terwujud kematangan, dan siap menjadi bagian utama pilar penopang memakmurkan masjid agar lebih inovatif.
Ketiga, sebagai generasi yang memiliki kreativitas tinggi, sudah seharusnya para remaja berkontribusi kepada masjid, bukan disimpan, melainkan disalurkan, dan diasah sebagai bekal membangun kepercayaan diri untuk ikut mengedukasi masyarakat. Bila perlu, kreativitasnya sudah sejak dini disedekahkan untuk kemajuan masjid.
Akhirnya, jika hal di atas disadari bersama-sama, tentu estafet ketakmiran akan dinamis karena memiliki stok generasi yang mumpuni. Dan itu sangat ditunggu dari kesediaan pemuda, remaja untuk ikut memakmurkan masjid. (Yuda).
Editor : Redaksi

















