Surabaya, Delikjatim.com – Pemprov Jawa Timur menggelar acara silaturrahmi bersama pilar sosial Dinsos Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (25/04/2022).
Acara tersebut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Sosial Jatim Dr Alwi M Hum, Kabid Linjamsos Ir Moehammad Anas MM, Kasie PSKBA Syamsul Arifin SH, dan beberapa Kepala OPD yang ada, serta pilar pilar sosial dari unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jatim dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Jatim.
Pada momen acara penyampaian sepatah kata, Koordinator Tagana Jatim Twi Adi melalui Wakil Koordinatornya Mokhammad Zaenuri menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Gubernur Jatim, atas perhatian bimbingan arahan dan supportnya kepada Tagana Jatim dalam mengemban misi kemanusiaan bidang penanggulangan bencana di wilayah Jatim selama ini, baik dukungan moral maupun dukungan materi yang teralokasi dalam bentuk insentif, maupun dukungan fasilitas berwujud inventaris transportasi keposkoan Tagana se Jatim.
“Kami atas nama Tagana Jatim mohon ijin menyampaikan terimakasih kepada Ibu Gubernur atas perhatian dan dukungannya selama ini” kata Zaenuri (25/04/’22).
Selanjutnya disampaikan Zaenuri, bahwa pihaknya kedepan bertekad memperbaiki kinerja satuan tugasnya dalam konteks penanggulangan bencana, baik pra bencana, saat terjadi bencana maupun pada pasca bencana.
“Kedepan kami bertekad akan mengoptimalkan kinerja kami, melalui jalur komunikasi dan koordinasi, pelebaran jejaring serta membangun sinergitas bersama multi pihak secara optimal, sehingga nantinya penanggulangan dan penanganan bencana lebih terarah terukur humanis dan profesional” lanjutnya.
Selain itu, lanjutnya, kami pun akan memaksimalisasikan sejumlah program yang selama ini sudah berjalan di tiap Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
“Kami punya beberapa program yang hingga saat ini terus kami genjot, diantaranya Taman Siaga Bencana (TSB) dengan budi daya bibit tanaman produktif dan non produktif, yang pemamfaatannya pada antisipasi bencana Hydrometreologi seperti rob, banjir, longsor dan lainnya. Selanjutnya ada Tagana Masuk Sekolah (TMS) dengan target pengenalan bencana sejak dini dan pembekalan pengetahuan kebencanaan pada usia dini (pelajar). Kemudian ada Tagana Teman Masyarakat Perlindungan untuk semua (TTM Plus)” jelas Zaenuri detail.
Hingga pada akhir ia menutup kesempatan tersebut dengan yel yel Tagana.

















