Surabaya, Delikjatim.com – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya selalu melaksanakan setiap program pembelajaran dengan 5 Pilar De Best dan 6 Bintang Karakter.
Bintang Karakter yang pertama adalah cinta Allah SWT dan segenap ciptaanNya, yang terus kita implementasikan dalam pembiasaan ibadah siswa mulai dari sholat, membaca dan menghafalkan Al-Quran, dan lain sebagainya merupakan bentuk cinta kepada Allah SWT. Sedangkan Cinta Segenap Makhluk CiptaanNya diimplementasikan dalam program Pelestarian lingkungan.
Kepala Urusan Humas Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Salman Alfarisi BMR, S.H.I. menjelaskan Sekolah Karakter selalu melandasi program-programnya dengan kurikulum karakter, yaitu 5 Pilar De Best dan 6 Bintang Karakter.
“Setiap kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada 2 hal tersebut. Dalam kegiatan P5 Kelas 1 dan 4 (minggu yang lalu), dan Puncak Tema Kelas 5 hari ini Senin, 19 Desember 2022 merupakan pengimplementasian dari 5 Pilar De Best dan 6 Bintang Karakter khususnya karakter pertama yaitu cinta Allah SWT dan segenap ciptaan-Nya. Hal ini akan menjadi laboratorium kehidupan, anak tidak hanya faham teori tapi juga mampu mengimplikasikan dalam kehidupan sehari-hari”, pungkasnya.
Sementara itu, Achmad Muhammad Asy-Syifa’, S.Pd. yang merupakan aktifis Lingkungan Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) menyampaikan, ditengah krisis iklim yang terjadi, kegiatan “Pembuatan Batik Ecoprint” oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 24 Surabaya merupakan salah satu respon cerdas sekaligus alternatif strategis dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup.
Terlebih basis epistemologi yang terkandung dalam P-5 berhasil diimplementasikan dengan baik oleh ustadz-ustadzah kepada para siswa. Bibit-bibit pelajar cinta lingkungan muncul di sekolah berbasis karakter ini.
Begitu juga dalam kegiatan Puncak Tema kelas 5 yang digelar hari ini, Senin (19/12/2022) juga mengangkat hal yang sama yaitu tentang Pelestarian Lingkungan dengan mengambil tema “Udara Bersih dan Sehat : Making and Maintaining Vertical Garden”.
“Membuat lingkungan hijau, bersih dan sehat dengan konsep urban farming. Hidup diperkotaan tidak menghalangi kita untuk menanam dan menghijaukan lingkungan kita”, papar Syifa’ yang juga merupakan Staf Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.
Hal senada juga disampaikan aktifis Lingkungan Kader Hijau Muhammadiyah lainnya, Agiel Laksamana Putra dimana kegiatan yang sangat menarik dan bagus untuk di terapkan di sekolah lain. Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan penting dilakukan. Selain itu, siswa juga bisa belajar konsep hidup yang berkelanjutan yang murah, efisien dan tentunya ramah lingkungan. Apalagi batik ecoprint yang mereka buat, bisa bernilai ekonomi. Hasilnya, bisa untuk membantu perekonomian keluarga.
Semoga kegiatan serupa tidak berhenti di sini saja, sekolah harus jadi garda terdepan penanaman karakter peduli lingkungan, bukan hanya sebatas belajar dikelas, namun ada praktek yang bisa siswa contoh saat kembali ke lingkungan keluarga”, tutupnya.

















