Mojokerto, Delikjatim.com – Tagana Kabupaten Mojokerto turut andil melakukan upaya pengurangan resiko bencana dan deteksi kerawanan bencana bersama tim gabungan, di Lokasi Wisata Pacet Mojokerto, pada Selasa pagi, 27 Desember 2022, sejak pukul 09.00 Wib hingga selesai kegiatan.
Mitigasi gabungan ini digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan PT. PALAWI RISORSIS (Perhutani Alam Wisata), Polres Mojokerto, KODIM 0815 Mojokerto, Dinas Sosial Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Mojokerto, serta potensi Relawan setempat.
Kegiatan mitigasi tersebut dilakukan dengan menyisir Wahana Wisata Pacet Mojokerto, dengan menitik fokuskan pada bantaran Sungai dan tebing, guna mendeteksi seberapa besar adanya kemungkinan level kerawanan bencana yang mengancam.
Dikonfirmasi tim media, koordinator Tagana Kabupaten Mojokerto, Achmad Saefi, membenarkan keterlibatan pihaknya pada giat mitigasi tersebut.
“Betul mas, itu aksi gabungan yang di gagas oleh BPBD Kabupaten Mojokerto, jadi kegiatan mitigasi itu merupakan aplikasi lanjut dari Sharing yang pernah kami gelar sebelumnya” tuturnya ditengah kesibukannya ketika melakukan penanganan kejadian berbeda (27/12/2022).
Dia melanjutkan, pada kegiatan mitigasi gabungan itu, juga dilakukan penentuan lokasi yang dijadikan jalur evakuasi.
“Salah satu upaya pengurangan resiko bencana pada mitigasi yang kami lakukan tadi yaitu, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman (safety rute)” ungkapnya.
Dari titik terpisah, petugas posko Tagana Kabupaten Mojoketo, M. Yassid menambahkan, bahwa pada mitigasi tersebut ada mekanisme pembagian job, ada tim penyisir areal Sungai, dan ada yang bergerak ke zona wisata.
“Kami dibagi menjadi dua tim, dan masing – masing tim jumlah personilnya berbeda, disesuaikan dengan luasnya kawasan. Jadi tim penyisir kawasan Sungai ada 15 orang, dan tim telusur wahana wisata berjumlah 40 orang” tegas Yassid.
Kegiatan mitigasi hari ini baru pada tahap evaluasi, dimungkinkan akan ada giat lanjutan hingga mencapai target mitigasi itu sendiri, yaitu deteksi lokasi rawan bencana dan langkah penanganannya. ujar Yassid menambahkan.
Kata Yassid, hal itu dilakukan selain dalam rangka pengurangan resiko bencana, juga untuk memastikan Lokasi Rest Area dan Warung yang ada, dalam kondisi aman bencana.
“Juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan luar maupun lokal” tutupnya.

















